Minggu, 15 April 2018 03:30 WITA

Usai Sidang 40 Menit, Rusia Blokir Telegram

Editor: Andi Chaerul Fadli
Usai Sidang 40 Menit, Rusia Blokir Telegram

RAKYATKU.COM - Pemerintah Rusia telah memutuskan untuk memblokir penggunaan aplikasi perpersanan Telegram, Jumat lalu. Permintaan ini diputuskan Pengadilan Moskwa.

Tetapi pendiri Telegram berjanji untuk menggunakan sistem bawaan untuk mengatasi larangan.

Pengadilan distrik Rusia telah mengabulkan permintaan otoritas media negara itu, Roskomnxdzor untuk mulai memblokir Telegram karena penolakannya untuk menyerahkan kunci penyandian.

Ketidakhadiran pihak Telegram pada persidangan berdurasi 40 menit itu terjadi atas permintaan pendiri dan chief executive Telegram, Pavel Durov.

Kasus itu dibawa ke pengadilan tahun lalu oleh FSB, dinas keamanan internal Rusia.

FSB telah meminta Telegram, yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna di seluruh dunia, menyerahkan kunci penyandiannya. Kunci itu akan memungkinkan pihak berwenang untuk membaca semua pesan yang dikirim menggunakan Telegram.

Durov kemudian mengumumkan bahwa Telegram akan menggunakan sistem built-in untuk menyiasati larangan tersebut.

Namun, Durov mengatakan pada halamannya di jejaring sosial VK bahwa ia tidak dapat menjamin pengguna akan mempertahankan akses ke Telegram tanpa menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN).

VPN adalah teknologi yang digunakan untuk berkeliling layanan internet terbatas dan meningkatkan pengguna anonimitas.

Menurut FSB, Telegram digunakan secara luas oleh "organisasi teroris internasional", dan teknologi enkripsi membuatnya sulit bagi badan keamanan untuk melacak komunikasi mereka.