Rabu, 04 April 2018 14:59 WITA

Redupkan Matahari untuk Tekan Pemanasan Global, Bisakah?

Editor: Nur Hidayat Said
Redupkan Matahari untuk Tekan Pemanasan Global, Bisakah?

RAKYATKU.COM - Ilmuwan dari tujuh negara berkembang berencana meningkatkan penelitian meredupkan sinar matahari untuk menekan pemanasan global. 

Penelitian bernama "solar geoengineering" atau perekayasaan kebumian matahari ini akan meniru letusan gunung berapi besar yang akan mendinginkan bumi dengan menutupi matahari dengan abu vulkanik.

Ketujuh negara yang melakukan penelitian itu adalah Bangladesh, Brasil, Tiongkok, Ethiopia, India, Jamaika, dan Thailand. Mereka menegaskan negara-negara miskin paling rentan terhadap pemanasan global. 

"Negara-negara berkembang harus memimpin penelitian ini (solar geoengineering). Ide ini memang cukup gila, tetapi berangsur-angsur mengakar di dunia penelitian," kata Atiq Rahman, Kepala Pusat Studi Lanjut Bangladesh, dikutip Reuters dari laman Viva, Rabu (4/4/2018).

Penelitian ini mendapat kucuran dana USD400 ribu (Rp5,4 miliar) dari Proyek Filantropi Terbuka, sebuah yayasan yang didukung oleh Dustin Moskovitz, pendiri Facebook, dan istrinya, Cari Tuna.

Dana ini bisa membantu 12 ilmuwan di tujuh negara berkembang untuk mempelajari dampak regional dari solar geoengineering, seperti kekeringan, banjir maupun musim penghujan.

Rahman menyebut salah satu teknik ini menggunakan aerosol untuk memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa. Teknik ini, kata dia, tidak berdampak langsung pada karbon di atmosfer.

Biar begitu, pendukung teknik ini mengatakan bisa mengurangi suhu dan memberi waktu tambahan untuk menghilangkan lebih banyak karbon dari atmosfer. Penelitian ini mendapat tanggapan skeptis dari negara-negara maju, karena dinilai bukan solusi pasti untuk menekan perubahan iklim.