Rabu, 21 Maret 2018 09:31 WITA

Google News Initiative, Produk Baru Senilai Rp300 Juta Buat Lawan Hoax

Editor: Andi Chaerul Fadli
Google News Initiative, Produk Baru Senilai Rp300 Juta Buat Lawan Hoax

RAKYATKU.COM - Google telah meluncurkan Google News Initiative (GNI) untuk menangkal penyebaran informasi atau berita palsu alias hoax. Raksasa teknologi ini menggelontorkan sekitar 300 juta dolar AS selama tiga tahun ke depan untuk produk itu.

"Kini, semakin sulit untuk membedakan mana informasi benar dan tidak secara online," tulis pihak Google dalam posting blognya yang dikutip pada Rabu (20/3/2018).

GNI akan fokus pada tiga tujuan, yaitu meningkatkan dan memperkuat jurnalisme berkualitas, mengembangkan model bisnis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memberdayakan organisasi berita melalui inovasi teknologi.

Menurut Google, banyak faktor yang menjadi pemicu beredarnya informasi palsu. Di antaranya, model bisnis untuk jurnalisme yang terus berubah secara drastis dan cepatnya evolusi teknologi. Hal ini memberikan tantangan semua lembaga termasuk industri berita untuk mengimbangi.

Jadi, untuk melanjutkan upayanya, Google meluncurkan Google News Initiative (GNI) yang fokus pada tiga tujuan utama. Yaitu, meningkatkan dan memperkuat jurnalisme berkualitas, mengembangkan model bisnis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memberdayakan organisasi berita melalui inovasi teknologi.

Sehubungan dengan tujuan pertama, Google mengatakan, pihaknya menciptakan Lab Disinfo, upaya untuk memerangi kesalahan dan disinformasi terhadap breaking news. Dalam upaya ini, Google akan bekerja berdampingan dengan proyek First Draft dari Universitas Harvard.

Google juga bermitra dengan sejumlah institusi seperti Institusi Poynster, Universitas Stanford dan Asosiasi Media Lokal untuk mengembangkan MediaWise. Inisiasi ini bertujuan meningkatkan literasi digital konsumen muda.

Untuk produknya sendiri, Google tengah mengubah sistem untuk menampilkan konten yang lebih berwibawa selama breaking news. Sebab, momen-momen breaking news inilah yang paling kerap disalahgunakan sejumlah oknum untuk menyebarkan hoaks ke masyarakat.

"Komitmen yang kami buat melalui GNI menunjukkan bahwa berita dan jurnalisme berkualitas merupakan prioritas utama bagi Google," ucapnya.

Tags