Sabtu, 10 Maret 2018 04:00 WITA

DNA Astronaut NASA Berubah Karena 500 Hari Tinggal di Luar Angkasa

Editor: Adil Patawai Anar
DNA Astronaut NASA Berubah Karena 500 Hari Tinggal di Luar Angkasa

RAKYATKU.COM - Lingkungan antariksa ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tubuh manusia. Efek yang ditimbulkan memang tak terlihat secara fisik, tapi mengubah struktur DNA.

Hal ini terjadi pada astronaut National Aeronautics Space Administration (NASA), Scott Kelly. Scott memiliki saudara kembar identik bernama Mark Kelly yang dulunya juga aktif sebagai astronaut.

Ketika kembali ke Bumi, para peneliti menemukan bahwa DNA Scott telah banyak berubah jika dibandingkan dengan DNA milik saudara kembarnya. Perubahan tersebut terjadi di bagian telomeres, bagian DNA yang terletak di ujung tiap kromosom.

Pada umumnya, telomeres akan memendek seiring dengan menuanya seorang manusia. Namun, DNA Scott malah mengalami hal sebaliknya, telomeres DNA-nya malah bertambah panjang.

Selain hal itu, peneliti juga mengungkapkan bahwa ukuran telomeres seharusnya kembali ke bentuk semula saat astronaut kembali ke Bumi. Namun, ternyata tak semua telomeres Scott yang memanjang kembali pendek.

“Saya membaca di koran bahwa 7 persen DNA-ku berubah secara permanen. Setelah membacanya, saya merasa itu aneh,” tutur Scott, dikutip cnnindonesia.com Kamis (8/3/2018).

Sebenarnya, peneliti menganggap bahwa telomeres DNA Scott akan memendek karena tekanan hidup di liar angkasa. Namun, yang terjadi malah kebalikannya. Bahkan, telomeres di sel darah putih Scott juga bertambah panjang.

“Ini sangat berseberangan dengan apa yang kami duga,” terang peneliti radiasi biologis dari Universitas Colorado State, Susan Bailey.

Susan yang bekerja dengan NASA untuk mempelajari efek antariksa terhadap tubuh manusia ini mengungkapkan bahwa temuan ini akan menjadi bekal penting untuk misi selanjutnya.

Terutama misi mengirim manusia ke Mars. Rencananya misi tersebut akan dilangsungkan di tahun 2030-an. Awak yang dikirim akan menjalani kehidupan 3 tahun di luar angkasa, lebih lama dibanding misi luar angkasa lainnya.

Tags