Rabu, 07 Maret 2018 03:30 WITA

Ditemukan Penyalahgunaan NIK dan KK Saat Registrasi Kartu SIM

Editor: Fathul Khair Akmal
Ditemukan Penyalahgunaan NIK dan KK Saat Registrasi Kartu SIM
Ilustrasi Kartu SIM

RAKYATKU.COM - Seorang warga mengeluhkan Kartu Keluarga (KK) miliknya ternyata sudah dipakai oleh 50 nomor yang berbeda, saat pendaftaran kartu SIM.

Terkait masalah tersebut, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza, membenarkan masalah tersebut. Dia mengatakan bahwa kasus ini lebih menjurus ke pemakaian identitas tanpa persetujuan pemilik, bukannya ada dugaan kebocoran data.

“Yang terjadi adalah penyalahgunaan NIK dan KK yang digunakan registrasi secara tanpa hak dan bukan terjadi kebocoran data,” ujar Noor Iza seperti dikutip dari laman Kemenkominfo.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa selama ini Kemenkominfo telah mengantisipasi akan adanya kasus seperti ini. Kominfo pun sudah melakukan antisipasi terkait hal ini dengan membuat fitur cek NIK, melalui operator selular masing-masing.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Noor ini kembali mengingatkan untuk berhati-hati menjaga Identitas Individu agar tidak diberikan kepada orang-orang yang tidak berhak. “Jangan sampai dicatat, difoto, difotokopi kecuali pada gerai milik operator langsung," tuturya.

Di sisi lain, Ketua Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Prof Ahmad Ramli menyatakan bahwa setiap orang termasuk gerai atau outlet dilarang keras melakukan registrasi dengan menggunakan NIK dan KK milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik.

Dia juga meminta para operator agar dengan tegas dapat melakukan penghapusan registrasi jika terindikasi terdapat penyalahan penggunaan data ini.

“Agar operator tegas dan cepat meng-unreg nomor-nomor yang dilaporkan atau nomor-nomor yang diregistrasi dengan jumlah secara tidak wajar untuk satu NIK dan No KK,” pungkasnya.