Minggu, 11 Februari 2018 04:00 WITA

YouTube Ketatkan Aturan Monetisasi Konten

Editor: Andi Chaerul Fadli
YouTube Ketatkan Aturan Monetisasi Konten

RAKYATKU.COM - YouTube mulai mengetatkan aturan konten dan monetisasi dari platformnya. Nantinya, opsi monetisasi pada video yang melanggar, khususnya akses ke program iklan, akan dihapus.

Wakil Presiden Manajemen Produk YouTube, Ariel Bardin mengungkapkan, mereka akan lakukan pengurangan popularitas bagi akun-akun yang memiliki konten menyinggung. 

"Kami dapat menghapus kelayakan suatu saluran agar tak lagi direkomendasikan di YouTube, seperti tak lagi muncul di beranda kami, tab yang sedang tren atau tonton berikutnya," ujarnya dikutip dari TechCrunch, Minggu (10/2/2018).

Ada tiga langkah yang akan dilakukan YouTube saat konten kreatornya tak sesuai dengan petunjuk panduan.

Pertama, YouTube bisa menghapus sebuah channel dari Google Preferred dalam program Premium Monetization, Promotion dan Content Development Partnership. 

Kedua, platform video ini bisa membatalkan dan membekukan channel kreator. YouTube pun akan menghentikan kemampuan sebuah channel untuk menampilkan iklan, dan mungkin menghapus channel dari program YouTube Partner, termasuk creator support dan akses ke YouTube Spaces.

Ketiga, mereka tak akan merekomendasikan video kreator di halaman depan, tab atau pun tonton selanjutnya. Ini akan sangat berdampak pada penonton channel kreator yang mendapat sanksi. 

YouTube akan menggunakan kurator manusia dan kecerdasan buatan untuk menyelidiki video mana yang mengandung konten menyinggung.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas video di platformnya. Pasalnya, YouTube ditonton oleh jutaan orang setiap hari, namun memiliki banyak konten komedi yang menyinggung. Konten-konten ini sering mengatasnamakan kebebasan berekspresi.

Namun kini, YouTube ingin memberikan sanksi pada kreator dan channel yang mengunggah konten yang berisi propaganda, konten yang tak sesuai dengan anak, hingga video yang mengakibatkan trauma. 

Tags