Sabtu, 10 Februari 2018 08:27 WITA

Ketika Kacamata Bisa Membacakan Teks!

Editor: Suriawati
Ketika Kacamata Bisa Membacakan Teks!

RAKYATKU.COM - Apa yang akan Anda lakukan jika Anda tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk membaca? Mungkin cara terbaik adalah meminta bantuan orang lain untuk melakukannya. Tapi bagaimana jika ada kacamata yang bisa membaca teks?

Yah itulah kacamata Oton, ini tidak hanya dirancang untuk membantu melihat, tapi juga memiliki teknologi kecerdasan buata (AI) dan mesin pembelajaran untuk mengenali teks dan memutar membacanya ke pemakainya.

Kacamata ini dirancang oleh pria Jepang bernama Keisuke Shimakage. Itu awalnya dibuat untuk membantu ayahnya yang kehilangan kemampuan membaca setelah mengalami stroke pada tahun 2012.

"Mungkin sulit bagi kita untuk membayangkan sebuah dunia di mana hal-hal yang bisa Anda baca sebelumnya, menjadi tidak dapat dipahami secara tiba-tiba," kata Shimakage dalam sebuah wawancara dengan Japan Times pada bulan Desember 2017.

Setelah banyak trial and error, Shimakage mengemukakan ide pada tahun 2014 untuk membuat perangkat berupa kacamata yang membaca teks yang ditangkap oleh kamera.

Ketika Kacamata Bisa Membacakan Teks!Cara kerjanya seperti ini: saat pengguna melihat teks dengan kacamata Oton dan menekan sebuah tombol pada bingkainya, kamera di dalamnya akan mengirim data ke komputer terpisah seukuran buku saku, yang biasanya dibawa pengguna dalam tas. Komputer kemudian mengirimkan gambar ke platform cloud Google untuk memproses teks, dan dibaca keras oleh kacamata. Seluruh proses memakan waktu hanya beberapa detik. Oton Glass juga bisa menerjemahkan teks yang ditulis dalam berbagai bahasa asing.

Meskipun layanan text-to-speech serupa telah tersedia sebagai aplikasi smartphone, Shimakage mengatakan bahwa kacamata adalah bentuk yang paling sesuai karena "mereka dapat memberikan pengalaman yang paling alami bagi manusia."

"Kuncinya adalah bagaimana kita bisa membiarkan pengguna merasakan perangkat sebagai bagian dari tubuh mereka sendiri," katanya.

"Memegang smartphone bukanlah tindakan naluriah manusia, dan itu juga terlihat aneh dari sudut pandang orang lain. Tapi melihat sesuatu melalui kacamata lebih dekat dengan perilaku naluriah manusis... Orang sering mulai merasa seperti kacamata adalah bagian tubuh mereka saat mereka menggunakannya."

Shimakage meluncurkan perusahaannya sendiri pada tahun 2014, setelah mulai belajar di Institute of Advanced Media Arts and Sciences di Gifu Prefecture sebagai mahasiswa pascasarjana, dengan harapan dapat memberikan produknya kepada lebih banyak orang yang memiliki gejala seperti ayahnya.