Kamis, 08 Februari 2018 15:05 WITA

Psikolog Ungkap Penyebab Orang Hobi Curhat di Medsos

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Psikolog Ungkap Penyebab Orang Hobi Curhat di Medsos

RAKYATKU.COM - Media sosial kini tidak hanya dijadikan tempat penyampaian pendapat atau informasi, namun juga dijadikan tempat untuk mencurahkan hati (curhat). 

Ada orang yang bahkan menganggap media sosial sebagai ‘tempat sampah’ untuk menyampaikan berbagai keluh kesah atau kemarahan pada kondisi yang terjadi di sekitarnya setiap hari. Sebenarnya, apa sih penyebab dari orang yang hobi curhat di media sosial ini?

Psikolog klinis bernama Astrid Wen, MPsi menyebut media sosial memang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mengeluarkan unek-unek. Sayangnya, banyak orang yang menyalahgunakan media sosial sebagai tempat untuk membeberkan masalah pribadi hingga masalah rumah tangga atau dengan orang-orang terdekatnya. 

Biasanya, hal ini disebabkan oleh tidak adanya komunikasi yang baik dengan pasangan sehingga akhirnya memilih untuk menyuarakannya di media sosial dengan harapan bisa dilihat oleh pasangan saat mengecek lini masa media sosialnya atau memang ingin mendapatkan perhatian atau solusi dari orang lain. Yang menjadi masalah adalah, hal ini sebenarnya seperti menelanjangi diri sendiri dan justru membuat kita menjadi pergunjingan orang lain.

Bukannya menyelesaikan masalah, saat curhat ini dilihat oleh pasangan, teman-teman, atau orang terdekat, bisa jadi kita akan kehilangan respek dari mereka. Hal ini disebabkan oleh rasa malu yang mereka alami karena permasalahan yang seharusnya tidak diketahui banyak orang justru tersebar luas. 

Dilansir doktersehat, ada sebagian orang yang bahkan memilih untuk menyudahi hubungan karena merasa tidak tahan lagi dengan kebiasaan curhat di media sosial yang dilakukan oleh pasangannya.

Alih-alih curhat di media sosial, Astrid lebih menyarankan kita untuk memperbaiki komunikasi jika memang ada masalah dengan orang lain atau sesuatu hal sehingga tidak perlu sampai curhat di media sosial. Media sosial bisa digunakan dengan lebih baik kok alih-alih hanya dijadikan tempat sampah unek-unek kita.