Sabtu, 03 Februari 2018 13:01 WITA

WhatsApp Tidak Lagi Aman, Masalah ini Hantui Pengguna

Editor: Suriawati
WhatsApp Tidak Lagi Aman, Masalah ini Hantui Pengguna
INT

RAKYATKU.COM - WhatsApp adalah salah satu layanan perpesanan yang paling populer dan digunakan lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia. Sayangnya, aplikasi ini dianggap tidak begitu aman lagi.

Ketika didirikan pada tahun 2009, aplikasi ini memiliki tujuan untuk "memberikan pengalaman yang kaya dan keintiman komunikasi yang tidak dapat dibandingkan dengan email dan telepon saja".

Benar saja, cara berkomunikasi di WhatsApp cenderung kurang formal, dibandingkan dengan panggilan telepon atau email. Dan situlah masalahnya dimulai.

Karena lebih santai, orang-orang bisa lebih terbuka dalam berbagi pesan. Namun, pesan itu bisa saja di-screenshot dan tersebar di mana-mana. Jika pesannya bersifat pribadi maka itu bisa merugikan orang yang bersangkutan.

Masalahnya diperburuk dengan fakta bahwa WhatsApp tidak memberi tahu pengguna saat seseorang mengambil screenshot dari percakapannya. Ini berbeda dengan saudaranya, Instagram yang sedang menguji fitur notifikasi untuk membantu pengguna mengetahui stalker mereka yang mengambil tangkapan layar secara diam-diam.

Salah satu contoh kasus dilaporkan oleh Irish Times, Dikatakan bahwa masalah ini dihadapi oleh Menteri Perubahan Iklim Inggris, Claire Perry. Sebuah pesannya tentang Brexit dibocorkan ke media, dan membuatnya menjadi sorotan.

"Oleh karena itu, WhatsApp harus memperkenalkan fitur peringatan tangkapan layar yang akan membuat percakapan pribadi pengguna tetap terjaga dan memberi tahu pengguna saat ada yang mengambil pesan chat mereka," demikian saran dari artikel Deccanchronicle yang mengulas tentang bahaya WhatsApp ini.