Sabtu, 30 Desember 2017 10:07 WITA

Jual Akun King of Glory Suami, Wanita ini Diceraikan

Editor: Suriawati
Jual Akun King of Glory Suami, Wanita ini Diceraikan
King of Glory

RAKYATKU.COM - Seorang pria Malaysia berusia 25 tahun menceraikan istrinya lantaran kesal akun game King of Glory-nya dijual sang istri.

Menurut laporan Oriental Daily News Malaysia, pasangan yang tidak disebutkan namanya ini saling jatuh cinta enam tahun lalu. Meskipun wanita itu adalah warga negara China, dia setuju untuk pindah ke Malaysia untuk ikut bersama pria yang dicintainya.

Mereka menikah dan hubungan mereka terjalin sangat baik, sampai King of Glory dirilis dua tahun lalu. Sejak awal, sang suami langsung terpesona dengan game itu.

Pada awalnya, dia biasa bermain bersama istrinya, supaya mereka bisa tetap bersama. Tapi sang istri tidak begitu baik dalam bermain, sehingga suaminya memilih bermain dengan teman-temannya.

Kadang-kadang dia pergi main game sampai lupa pulang, dan baru muncul di pagi hari. Bahkan saat dia tidak keluar dari rumah, dia mengundang teman-temannya dan mengabaikan istri dan anak perempuannya.

"Meskipun dia berjanji berkali-kali bahwa dia akan berhenti tenggelam dalam dunia video game, dia tidak akan pernah menepati janjinya," curhat wanita berusia 25 tahun itu baru-baru ini di media sosial.

Karena kesabarannya habis, beberapa hari lalu, ketika suaminya tertidur, dia mengambil ponselnya dan menjual akunnya secara online.

Niat istrinya sebenarnya baik. Dia ingin suaminya berhenti bermain lagi dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Namun ternyata dia salah.

Ketika pria Kuala Lumpur itu bangun dan menyadari bahwa dia tidak bisa lagi login keakunnya, dia marah, menerobos masuk ke kamar istrinya, meraih tangannya dan menyeretnya ke lantai bawah.

Dia mengatakan kepadanya bahwa dia tahu apa yang telah dia lakukan dan bahwa dia akan menceraikannya untuk itu. Dia juga memintanya untuk meninggalkan Malaysia dan kembali ke China.

"Saya tidak lagi memiliki harapan untuk suami saya," tulis wanita itu di WeChat. "Dia memainkan video gamenya sepanjang hari dan cukup banyak mengabaikan saya dan putrinya. Yang saya inginkan sekarang adalah untuk mendapatkan hak asuh dari putri saya sehingga saya bisa membawanya ke China dan membesarkannya dengan benar," katanya.

Tags