Sabtu, 23 Desember 2017 13:31 WITA

Akun Media Sosial Palsu Bisa Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan

Editor: Suriawati
Akun Media Sosial Palsu Bisa Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan
INT

RAKYATKU.COM - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa akun media sosial palsu dapat berdampak negatif terhadap kesehatan Anda.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Keck School of Medicine di USC, akun palsu bisa berdampak buruk jika informasi yang disampaikan berkaitan dengan topik kesehatan, pengobatan, dan sebagainya.

Penelitian ini berfokus pada bot otomatis yang dirancang untuk membantu mempromosikan diskusi tentang gagasan dan produk spesifik. Namun, hal itu diyakini dapat berbahaya karena menyebarkan informasi yang berpotensi salah.

Peneliti, Jon-Patrick Allem dan rekan rekannya, menganalisis sekitar 2,2 juta pesan terkait e-cigarette di Twitter dari 24 Desember sampai 21 April.

"Bots sosial bisa menyampaikan saran kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah," kata Allem. "Ilmuwan masih berusaha memahami apakah vaping merusak sistem pernafasan dan kardiovaskular, Intinya, Kebohongan online bisa mempengaruhi perilaku offline."

Untuk mengkompilasi data mereka, para peneliti melakukan pencarian menggunakan istilah seperti e-cigarette, vaping dan ejuice. Mereka mengidentifikasi pengguna manusia dan bot  dengan menganalisis retweet atau mention, rasio pengikut, konten dan tingkat emosi. Kemudian mereka menggunakan algoritma "BotOrNot" sebagai filter terakhir.

Akun Media Sosial Palsu Bisa Berdampak Buruk Terhadap KesehatanPara peneliti menemukan bot sosial lebih cenderung memposting hashtag di mana orang mengatakan bahwa mereka berhenti merokok akibat penggunaan rokok (#quitsmoveing, #health). Bots juga mempromosikan produk baru.

Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Medical Internet Research Public Health and Surveillance pada tanggal 20 Desember.