Rabu, 08 November 2017 09:57 WITA

Bukan NIK, Thailand Wajibkan Scan Wajah dan Sidik Jari untuk Kartu SIM

Editor: Suriawati
Bukan NIK, Thailand Wajibkan Scan Wajah dan Sidik Jari untuk Kartu SIM
INT

RAKYATKU.COM - Saat ini pemerintah Indonesia telah mewajibkan semua pengguna prabayar untuk melakukan registrasi sesuai tanda pengenal. Sementara itu, jauh di Thailand sana, pemerintah justru mengharuskan pemindaian wajah atau sidik jari untuk membeli kartu SIM.

Aturan ketat itu akan mulai berlaku bulan depan, dan merupakan langkah untuk menindak penipuan elektronik dan langkah menuju penggunaan mobile banking.

"Kami memasuki era digital, uang kita sekarang terkait dengan layanan mobile. Dengan melakukan ini, kepercayaan pada mobile banking atau sistem pembayaran akan meningkat," kata Takorn Tantasith, sekretaris jenderal Komisi Penyiaran Nasional dan Telekomunikasi (NBTC) Thailand.

"Beberapa orang menggunakan ID palsu untuk mendaftarkan kartu SIM mereka, yang menimbulkan masalah," tambahnya. Namun ia meyakinkan pengguna bahwa privasi mereka akan terlindungi.

Bukan NIK, Thailand Wajibkan Scan Wajah dan Sidik Jari untuk Kartu SIMScan wajah dan sidik jari akan disesuaikan dengan data pemerintah yang terkait dengan kartu identitas nasional Thailand.

Bukan hanya warga negara saja, wisatawan juga diminta untuk melakukan scan wajah terhadap foto paspor mereka.

Kurangnya peraturan di pasar kartu SIM Thailand disorot pada bulan Juni ketika polisi menahan tiga orang China yang berhasil membeli hampir 400.000 kartu SIM Thailand untuk operasi click farm.

Trio tersebut mengatakan kepada petugas bahwa mereka dipekerjakan oleh perusahaan China untuk meningkatkan "like" sejumlah produk melalui ratusan smartphone.