Jumat, 03 November 2017 17:24 WITA

Ilmuwan: Kehidupan Alien Kemungkinan Seperti Manusia

Editor: Adil Patawai Anar
Ilmuwan: Kehidupan Alien Kemungkinan Seperti Manusia

RAKYATKU.COM - Selama ini alien dianggap sebagai makhluk dari planet lain yang berbeda dengan manusia. Namun, ilmuwan memiliki pendapat baru mengenai kehidupan alien. Dilansir tempo, pada akhir 1 November 2017, tim ilmuwan Inggris berusaha mengungkap bahwa bentuk kehidupan alien mungkin telah berevolusi dengan cara yang mirip dengan makhluk di bumi.

Studi yang terbit dalam International Journal of Astrobiology ini menunjukkan bahwa proses seleksi alam yang menciptakan berbagai jenis makhluk hidup di bumi sepertinya juga terjadi di planet lain. Namun, hal itu tidak berarti akan ada alien yang menyerupai manusia cantik.

Dalam jurnal, tim yang dikomandoi Sam Levin, pakar zoologi dari University of Oxford, menyetakan seleksi alam adalah proses yang diteorikan oleh Charles Darwin. Teori ini menunjukkan bahwa spesies yang paling sesuai dengan lingkungannya kemungkinan besar bertahan untuk meneruskan gen mereka.

Di bumi, proses ini telah menyebabkan terjadinya evolusi manusia selama miliaran tahun. Namun di dunia lain, kehidupan cenderung terlihat sangat berbeda tergantung kondisi di planet yang ditinggali.
"Kami masih tidak dapat mengatakan apakah alien akan berjalan dengan dua kaki atau memiliki mata hijau besar. Tapi kami percaya bahwa teori evolusi menjadikan alat yang unik dan berguna untuk mencoba memahami evolusi yang dialami alien, dan kami telah menunjukkan beberapa contoh dari prediksi kuat yang dapat kami dengan teori tersebut," tulis tim dalam jurnal.

Ada ratusan planet yang dapat dihuni manusia di galaksi kita sendiri. Ilmuwan tidak bisa mengatakan apakah kita sendirian di alam galaksi ini, tapi kita telah maju sedikit dalam menjawab. Di bumi, peristiwa yang dikenal sebagai "transisi besar" telah mendorong evolusi spesies yang berbeda.

Peristiwa ini terjadi ketika satu kelompok organisme berkembang menjadi tipe "tingkat yang lebih tinggi".

Evolusi terjadi ketika organisme sel tunggal berevolusi menjadi organisme yang terbuat dari beberapa sel. Sedangkan manusia terbentuk saat primata terbentuk dan berevolusi. "Dengan memprediksi bahwa alien telah mengalami transisi besar, seperti yang terjadi pada spesies di bumi, kita dapat mengatakan bahwa ada tingkat prediktabilitas terhadap evolusi yang akan membuat mereka terlihat seperti kita," tulis tim.

Levin dan tim berpendapat bahwa alien telah mengembangkan "mekanisme" serupa dengan manusia. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghilangkan konflik, menjaga kerja sama, dan menjaga fungsi organisme.

Tim juga berpendapat, bahwa para ilmuwann mempunyai pendekatan alternatif, yaitu menggunakan teori evolusioner untuk membuat prediksi yang independen terhadap detail bumi. Pendekatan ini berguna karena prediksi teoritis akan berlaku untuk menguji alien yang misalnya berbasis silikon, tidak memiliki DNA, dan bernapas menggunakan nitrogen.

Seorang ilmuwan yang dulu bekerja untuk NASA baru-baru ini mengatakan bahwa alien dapat tinggal di bawah samudera beku di dunia air bersuhu bawah nol derajat Celsius. Hal ini diyakini bahwa sebagian besar planet yang dapat dihuni di alam semesta tertutup di laut dan samudra, yang berarti bahwa ada alien yang terlihat lebih mirip ikan daripada manusia.

Tags