01 October 2017 18:10 WITA

Mengenal Habibi Garden, Finalis The Nextdev Akademi

Editor: Almaliki
Mengenal Habibi Garden, Finalis The Nextdev Akademi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kegiatan Roadshow Showcase The NextDev Academy, akhirnya tiba di Makassar, yang merupakan kota terakhir dari lima kota yang menjadi tujuan roadshow tersebut.

Selama dua hari di Makassar, 10 finalis startup The Nextdev 2015 dan 2016 yang telah mengikuti akademi The Nextdev, turut diboyong untuk menginspirasi calon peserta The Nextdev di Makassar.

Salah satu startup yang mencuri perhatian, adalah Habibi Garden, sebuah platform internet of things (IoT) di bidang e-Agriculture.

Habibi Garden merupakan sebuah perangkat dan aplikasi yang berusaha memberikan solusi untuk para petani, agar bisa memantau kondisi tanaman secara real time. Selain itu, melalui Habibi Garden, memungkinkan seseorang untuk "berkomunikasi" dengan tanaman.

Sehingga para petani bisa memberi pakan tanaman dengan jumlah yang tepat, berdasarkan data real time lingkungan tanah yang diambil. Bahkan, para petani dapat memantau kondisi tanaman di mana saja, langsung dari gawai elektroniknya.

Tentu saja, hal ini dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan mengurangi kemungkinan kegagalan panen. Perangkat digital ini dikembangkan oleh Dian Prayogi Susanto, Irsan Rajamin, dan Rahmad Adhidari, dari Bekasi.

Leader Team Habibi Garden, Dian Prayogi Susanti menjelaskan, perangkat digital ini bekerja berdasarkan pengembangan sensor waterproof yang dipasang ke dalam medium tanah. Sehingga dapat berfungsi sebagai pendeteksi kondisi tanah, kelembaban, tingkat air, dan serapan pupuk.

"Perangkat digital IOT kami menggunakan sensor real time terhadap intensitas cahaya, kelembaban, dan tanaman nutrisi," ujar Dian.

"Perangkat ini juga mampu mengumpulkan informasi, sehingga dapat memberitahu petani dan menunjukkan beberapa informasi yang berguna tentang tanaman," timpal Irsan.

Dian mengaku, kelebihan lainnya dari Habibi Garden ini adalah, melalui aplikasi yang terpasang di gawai, perangkat ini dapat menyiram dan memupuk tanaman secara otomatis.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga sudah diujicobakan pada beberapa petani tomat di Cipanas. Dikatakan, rata-rata petani tomat Cipanas memperoleh lonjakan hasil panen dari yang biasanya 6.000 kg per lahan, naik menjadi 7.000 kg per lahan.

"Tentunya lonjakan petani tersebut, setelah menggunakan perangkat digital dan aplikasi Habibi Garden buatan kami," ujarnya.