16 September 2017 16:52 WITA

Google dan Facebook Dikritik Karena Terima Iklan Pro Rasis

Editor: Suriawati
Google dan Facebook Dikritik Karena Terima Iklan Pro Rasis
INT

RAKYATKU.COM - Google dan Facebook, penjual iklan online terbesar di dunia, menghadapi kritik tajam karena mengizinkan pemasang iklan menyasar pengguna yang mencari atau menyatakan ketertarikannya terhadap sentimen rasis dan ucapan yang membenci.

Kritik tersebut dimulai pada hari Kamis (14/09) setelah sebuah laporan dari ProPublica, sebuah situs berita nonprofit, mengungkapkan bahwa Facebook memungkinkan pengiklan untuk mencari "pembenci Yahudi" dan topik anti-Semit lainnya.

BACA JUGA: Google Akan Tutup Layanan Drive

Selanjutnya, pada hari Jumat, sebuah artikel dari BuzzFeed melaporkan bagaimana Google mengizinkan penjualan iklan terkait dengan kata kunci rasis dan fanatik, dan secara otomatis menyarankan istilah yang lebih menyinggung sebagai bagian dari proses itu.

Menanggapi dua laporan tersebut, kedua perusahaan mengatakan bahwa mereka akan mengubah cara kerja sistem mereka. Facebook mengatakan akan membatasi bagaimana pengiklan menargetkan sasaran mereka di jejaring sosial. Sementara Google mengatakan akan bekerja lebih keras untuk menghentikan iklan yang menyinggung.

Facebook dan Google telah belajar bagaimana memaksimalkan kemampuan mereka untuk menghubungkan berbagai ukuran pengiklan ke kelompok pengguna yang sangat disesuaikan. Namun potensi penyalahgunaan iklan telah menjadi perhatian dalam setahun terakhir.