02 August 2017 14:10 WITA

CEO Telegram Janji Akan Blokir Konten Terorisme

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
CEO Telegram Janji Akan Blokir Konten Terorisme
CEO Telegram, Pavel Durov (kanan).

RAKYATKU.COM - CEO Telegram, Pavel Durov, mengatakan perusahaan aplikasi pesan miliknya akan segera memblokir konten terorisme. 

"Kami membuat tim khusus untuk pemblokiran lebih cepat, dan sudah dibicarakan dengan pemerintah Indonesia," kata Durov di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa, (2/8/2017).

Pavel Durov datang ke Indonesia dan bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara untuk membahas pemblokiran aplikasi Telegram yang dilakukan oleh pemerintah. Pemblokiran Telegram dilakukan karena Telegram tidak cepat merespons permohonan pemblokiran konten terorisme yang dilayangkan pemerintah.

Aplikasi Telegram yang terenskripsi dinilai telah dimanfaatkan oleh jaringan terorisme untuk menyebarkan ajaran radikal. Kelebihan Telegram lainnya berupa kapasitas pengiriman file hingga 1,5 gigabita dan bisa menampung 10 ribu anggota dalam satu grup tanpa diketahui siapa administratornya.

Menurut Pavel Durov, sebelum perusahaannya membuat tim pemblokiran, Telegram perlu waktu 36 jam untuk membekukan konten terorisme. Dilansir laman tempo, pesan berbau terorisme akan ditutup Telegram dalam waktu paling lambat empat jam. 

"Kami juga menyediakan operator berbahasa Indonesia agar pemblokiran konten terorisme diproses lebih cepat,” ungkap Durov.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangarepan, mengatakan lembaganya akan segera membuka kembali aplikasi web Telegram yang telah diblokir. “Insya Allah pekan ini,” ungkap Samuel.