Kamis, 13 Juli 2017 11:34 WITA

Google Dituduh Danai Penelitian Demi Pengaruhi Opini Publik

Editor: Suriawati
Google Dituduh Danai Penelitian Demi Pengaruhi Opini Publik
INT

RAKYATKU.COM - Google telah menghabiskan jutaan dana untuk riset akademis di AS dan Eropa dengan tujuan mencoba mempengaruhi opini publik dan pembuat kebijakan.

Hal ini terungkap dalam laporan Campaign for Accountability (CFA) yang berbasis di AS. Menurut lembaga tersebut, selama dekade terakhir, Google telah mendanai makalah penelitian yang tampaknya mendukung kepentingan bisnis perusahaan teknologi dan mempertahankannya dari tantangan peraturan seperti antitrust dan anti-pembajakan.

BACA JUGA: Google Buka 'Akademi Keterampilan Digital' di London

"Google menggunakan kekayaan dan kekuatannya yang luar biasa untuk mencoba mempengaruhi pembuat kebijakan di setiap tingkat," kata Daniel Stevens, direktur eksekutif CFA, dikutip The Guardian.

"Paling tidak, regulator harus menyadari bahwa pekerjaan legal dan akademis yang diduga independen yang mereka andalkan, telah diajukan ke mereka oleh Google."

Google Dituduh Danai Penelitian Demi Pengaruhi Opini PublikCEO Google

Dalam laporan Google Academics Inc, CFA mengidentifikasi 329 makalah penelitian yang diterbitkan antara tahun 2005 hingga 2017 mengenai kebijakan publik yang didanai perusahaan tersebut. Studi semacam itu telah ditulis oleh para akademisi dan ekonom dari beberapa institusi terkemuka di dunia termasuk Oxford, Edinburgh, Stanford, Harvard, MIT dan Berlin School of Economics.

Menurut CFA, akademisi didanai secara langsung oleh Google pada lebih dari separuh kasus dan sisanya, didanai secara tidak langsung oleh kelompok atau institusi yang didukung oleh Google.

Laporan itu mengklaim bahwa para penulis, yang dibayar antara $5.000 hingga $400.000 (Rp66 juta hingga Rp5,3 miliar) oleh Google, tidak mengungkapkan sumber pendanaan mereka di 66% dari semua kasus, dan di 26% kasus yang didanai langsung oleh Google.

Untuk itu, CFA meminta akademisi yang didanai Google untuk mengungkapkan sumber pendanaan mereka untuk memastikan pekerjaan mereka dapat dievaluasi.

Tapi, Google menggambarkan laporan tersebut sebagai "sangat menyesatkan" karena mencakup pekerjaan yang didukung oleh organisasi mana pun yang pernah menyumbangkan uangnya.

"Dukungan kami untuk prinsip-prinsip yang mendasari internet terbuka, dibagi oleh banyak akademisi dan institusi yang memiliki sejarah panjang dalam melakukan penelitian mengenai topik ini - di area penting seperti hak cipta, paten, dan kebebasan berekspresi," kata direktur kebijakan publik Google, Leslie Miller melalui postingan blog.

"Kami memberikan dukungan untuk membantu mereka melakukan penelitian lebih lanjut, dan untuk meningkatkan kesadaran akan gagasan mereka."

Tags