Senin, 14 Maret 2016 23:07 WITA

Salut, Gamer Asal Makassar Ini Wakili Indonesia di Tingkat Asia

Editor: Mulyadi Abdillah
Salut, Gamer Asal Makassar Ini Wakili Indonesia di Tingkat Asia

BERAWAL dari hobi bermain game, Kifly Gunawan kini mampu mengharumkan nama Makassar di tingkat mancanegara.

Kifly bersama timnya, Kotak Game dan, juga Arigi yang mewakili tim Jeux, akan mewakili Indonesia di tingkat Asia dalam kompetisi Indonesia eletronic Sport Association (IeSPA) di Negeri Jiran, Malaysia pada April mendatang.

IeSPA merupakan kompetisi sepakbola virtual Playstation 4. Perwakilan Kotak Game bersama Jeux sukses melenggang ke tingkat Asia setelah menjuarai IeSPA tingkat nasional yang diselenggarakan pada 5 hingga 6 Maret sebelumnya di Jakarta.

Bahkan untuk menyeragamkan dan tidak terkesan berbeda. Kedua tim resmi bersatu dan membentuk tim yang dinamai Makassar Fifa All Star. Kifly sendiri menjadi kapten pada tim gabungan tersebut.

Kala itu, Makassar Fifa All Star berhasil mengalahkan 512 orang dalam 32 bagan yang setiap bagannya ada 16 peserta dari beberapa perwakilan kabupaten/kota di Indonesia.

“Ada dua tim yang mewakili Makassar untuk Indonesia yakni Kotak Game dan Jeux. Nah, saya berada di Tim Kotak,” tutur Kifly, Senin (14/3/2016).

Salut, Gamer Asal Makassar Ini Wakili Indonesia di Tingkat Asia

Penulis menemuinya di Kotak Game, Jalan Tupai No 34 B. Beberapa tahun belakangan, memang ia sedang mencari nafkah untuk keluarga kecilnya sebagai kasir Kotak Game.

Meski sebagai kasir, ia tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia digaji cukup besar oleh tempatnya bekerja. Belum lagi jika menjuarai kompetisi lokal dan nasional. Puluhan juta bisa ia raup melalui momen kompetisi game.

“Karena main game, saya akhirnya bisa menikah dan menafkahi orangtua juga istri dan anak,” tutur Kifly.

Ia mengisahkan, sewaktu SMA ayah dua anak ini mesti berbohong kepada orangtuanya dalam hal pembayaran iuran sekolah. “Itu uang, dulu saya pakai main game. Memang saya suka.”

Sejak 2005, Kifly telah memasuki dunia kompetisi sepakbola virtual dalam Play Station. Tidak langsung hebat seperti sekarang, butuh waktu untuk belajar dari kekalahan.

Soal piala, Kifly mengaku tidak bisa lagi menghitungnya. “Tidak bisa dihitung berapa kali saya juara. Hampir seluruh kota di Indonesia sudah saya injak mulai dari kompetisi game PS-2 hingga PS-4.”

Setelah mimpinya hampir tercapai. Hanya ada satu, harapannya yang belum tercapai. Mengumrahkan ibunya, adalah hal yang paling utama saat ini.

“Soal materi, rumah dan mobil. Tapi untuk membanggakan orangtua, saya mau sekali berangkatkan ibu saya umrah,” tuturnya.

Adapun lelaki kelahiran 22 Agustus 1991 mengaku akan pensiun dari dunia game ketika Desember mendatang dirinya bisa terpilih dari IeSPA untuk mewakili Makassar di tingkat dunia, di Perancis.

“Pesan saya dunia game bukan berarti membuat diri kita bodoh dan tidak mempunyai masa depan. Tetapi sebaliknya, hargailah hobi setiap orang sepanjang itu positif,” tukasnya.

Tags
Loading...
Loading...

Berita Terkait