Sabtu, 18 Januari 2020 08:00 WITA

Mau Hidup Lagi di Masa Depan setelah Mati? Biayanya Rp693 Juta

Editor: Nur Hidayat Said
Mau Hidup Lagi di Masa Depan setelah Mati? Biayanya Rp693 Juta
Foto: East2west News.

RAKYATKU.COM - Perusahaan asal Rusia menawarkan layanan kepada mereka yang ingin membekukan otak atau tubuh mereka. 

Harapannya, organ yang dibekukan itu bisa dihidupkan kembali di masa depan dengan teknologi pada masa itu.

Perusahaan itu bernama KrioRus dan merupakan perusahaan pertama di luar Amerika Serikat yang menawarkan jasa tersebut. 

Mereka menawarkan jasa membekukan otak yang dibanderol dengan harga 11.000 Poundsterling (Rp195 juta) dan jasa membekukan badan yang dihargai 28.000 Poundsterling (Rp498 juta).

Dilansir Daily Mail, Rabu (15/1/2020), saat ini sudah ada lebih dari 70 orang yang mendaftar untuk prosedur cryogenic ini. 

Mereka turut mengklaim telah memiliki ratusan klien potensial yang berasal dari 20 negara.

Salah satu orang yang telah mengikuti program ini adalah Alexei Voronenkov. Saat ibunya meninggal dunia, dia membayar sejumlah uang agar otak milik ibunya dibekukan dan disimpan oleh KrioRus.

loading...

"Saya melakukan ini karena kita sangat dekat dan saya rasa ini satu-satunya kesempatan bagi kami untuk bertemu lagi di masa depan," kata Voronenkov.

Director KrioRus, Valeriya Udalova mengatakan prosedur cryogenic ini bisa membantu banyak orang yang merasa kehilangan setelah ditinggal orang terdekatnya. Ia mengatakan ada kemungkinan teknologi yang bisa menghidupkan kembali orang yang meninggal dunia bisa diciptakan, walau saat ini belum ada jaminannya.

Cara kerjanya, otak dan tubuh yang hendak dibekukan disimpan di tong besar berisi nitrogen cair yang ditempatkan di gudang yang berada di Kremlin. Untuk mencegah organ membusuk, tubuh disimpan di suhu -196 derajat Celcius.

Praktik KrioRus ini ditentang Kepala Komisi Pseudoscience Akademi Sains Rusia, Evgeny Alexandrov. 

Kepada surat kabar Izvestia dia mengatakan cryogenic hanyalah bisnis yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Selain itu, praktik seperti ini hanya fantasi yang berspekulasi tentang harapan seseorang untuk dihidupkan kembali dari kematian dan mimpi kehidupan abadi.

Loading...
Loading...