Minggu, 22 Desember 2019 13:27 WITA

Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu yang Sebar Dukungan untuk Trump

Editor: Suriawati
Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu yang Sebar Dukungan untuk Trump
Contoh konten yang diposting ke salah satu halaman yang dihapus (Facebook)

RAKYATKU.COM - Facebook mengumumkan telah menghapus ratusan akun palsu yang bertujuan menjalankan kampanye untuk mendukung Presiden AS Donald Trump.

Jumlahnya adalah 610 akun, 89 halaman, 156 grup Facebook, serta 72 akun Instagram yang berasal dari Vietnam dan AS.

Akun-akun ini diduga menggunakan foto profil yang dihasilkan oleh AI atau kecerdasan buatan.

Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan Facebook, mengatakan bahwa aktivitas akun palsu lebih berfokus pada BL.com, sebuah perusahaan media yang berbasis di AS.

Ia menambahkan bahwa investigasi mereka menghubungkan aktivitas tersebut dengan Epoch Media Group, media yang berbasis di AS, yang dijalankan oleh orang-orang di Vietnam.

Namun penerbit Epoch Times, Stephen Gregory dengan keras membantah jika perusahaan memiliki koneksi ke akun palsu atau BL.com.

"Grup Media Epoch meminta Facebook untuk menarik klaimnya bahwa Grup Media Epoch telah terlibat dalam tindakan terkoordinasi dengan BL dan untuk menarik klaimnya bahwa BL telah bekerja atas nama Grup Media Epoch," tulis Gregory.

loading...

Epoch Times adalah media yang berfokus pada China, dan berdiri sebagai oposisi terhadap Partai Komunis. 

Surat kabar itu didirikan oleh anggota Falun Gong China-Amerika, sebuah gerakan spiritual di Tiongkok. Tapi perusahaan itu menyangkal ikatan formal atau keuangan apa pun dengan gerakan tersebut.

Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu yang Sebar Dukungan untuk TrumpContoh wajah-wajah yang dihasilkan AI

Wajah yang dihasilkan AI adalah fenomena yang relatif baru, dan terkait dengan pembuatan video deepfake, sebuah tantangan yang berusaha diperangi oleh perusahaan media sosial.

Para ahli mengatakan bahwa foto buatan yang digunakan dalam kampanye baru-baru ini dihasilkan oleh algoritma mesin pembelajaran yang menganalisis ribuan potret dan mereplikasi pola untuk membuat potret fotorealistik seperti manusia.

Loading...
Loading...