Sabtu, 09 November 2019 13:58 WITA

Sistem Rekrutmen Unik, Calon Tentara AS bakal Diuji Kemampuan Bermain Gim eSports

Editor: Nur Hidayat Said
Sistem Rekrutmen Unik, Calon Tentara AS bakal Diuji Kemampuan Bermain Gim eSports
Foto: Twitter/@USArmyesports

RAKYATKU.COM - Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (U.S. Army) berencana menerapkan sistem rekrutmen unik. 

Calon tentara bakal diuji ketangkasan dalam bermain gim, terutama gim yang masuk kategori eSports.

Popularitas eSports memang sudah mendunia. Sebuah riset mengklaim sebanyak 450 juta orang di dunia ini sudah menjadi pasar atau penikmat eSports.

Latar belakang pekerjaan juga bukan penghalang buat siapa pun untuk menjadi pemain atau sekadar penghobi eSports. 

Tahun lalu misalnya, U.S. Army membuat proyek uji coba dengan mengerahkan 6.500 tentara aktif dan cadangan untuk bergabung dengan Official Army Esports Team.

Dari ribuan peserta, hanya diambil 16 kandidat saja untuk masuk ke tim eSports. Ini menunjukkan keseriusan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dalam terjun langsung meramaikan perkembangan esports di Negara Paman Sam tersebut.

Alasan dibentuknya Official Army Esports Team adalah untuk mencari calon tentara dari pelaku eSports. 

Loading...

Karena esports tengah berkembang dan bisa diakses di mana saja, diharapkan banyak orang-orang, khususnya anak muda, yang tertarik bergabung menjadi tentara Amerika Serikat.

"Kami adalah tim gaming yang kompetitif, kami dipercaya sebagai bagian dari tim rekrutmen. Saya sudah menggilai World of Warcraft selama 15 tahun sampai bergabung dengan U.S. Army," ujar Christopher Jones, sersan yang juga mengepalai tim eSports tentara Amerika Serikat.

"Pada dasarnya kami semua sama saja gamers, cuma pekerjaannya saja yang beda," sambungnya bercanda.

Tahun 2019 ini, U.S. Army membeli 18 kursi gaming tercanggih dengan perlengkapan dan peralatan game terbaru. 

Itu diharapkan mampu menambah pengalaman bermain gim eSports buat para tentara maupun calon tentara dalam proses rekrutmen.

Loading...
Loading...