Kamis, 06 Juni 2019 06:32 WITA

Ketua Huawei Ajak AS Berdamai Dengan Kesepakatan Tanpa Mata-mata

Editor: Suriawati
Ketua Huawei Ajak AS Berdamai Dengan Kesepakatan Tanpa Mata-mata
Ketua Huawei Liang Hua

RAKYATKU.COM - Huawei bersedia untuk menandatangani "perjanjian tanpa mata-mata" dengan Amerika Serikat, kata Ketua Huawei Liang Hua.

Itu bertujuan untuk meyakinkan para pemimpin AS, yang menuduh teknologi perusahaan China itu dapat digunakan untuk pengintaian.

Tawaran ini mirip dengan yang diberikan untuk Inggris dan Jerman, dan itu datang setelah Huawei menghadapi tekanan kuat dari pemerintahan Donald Trump.

"Kami bersedia menandatangani perjanjian tanpa mata-mata dengan AS," kata Liang Hua ketika berbicara dengan sekelompok wartawan AS yang mengunjungi kantor pusat perusahaan di China-United States Exchange Foundation.

"AS belum membeli dari kami, tidak membeli dari kami, dan tidak memiliki rencana untuk membeli dari kami. Jadi, saya tidak tahu apakah ada peluang untuk menandatangani perjanjian seperti itu," tambahnya.

Meski menawarkan solusi damai, Liang tetap menuduh AS melakukan tindakan yang tidak pantas.

"Tidak pantas menggunakan cara politik untuk mengganggu industri," katanya.

Huawei adalah salah satu perusahaan teknologi paling sukses di China dengan jejak global. Ini adalah salah satu pembuat smartphone terbesar di dunia, bersama Samsung dan Apple.

Loading...

Ini juga merupakan salah satu penyedia telekomunikasi jaringan 5G terkemuka, infrastruktur yang diperlukan untuk mobil self driving, smart city dengan lampu lalu lintas pintar dan pabrik pintar.

Tetapi perusahaan tersebut menghadapi serangan balasan yang tumbuh dari negara-negara Barat atas kekhawatiran bahwa produk-produknya mungkin tidak aman.

Para pemimpin AS mengatakan jaringan dan telepon Huawei dapat digunakan oleh pemerintah China dan membuat pengguna rentan terhadap pelanggaran privasi.

Ini memuncak bulan lalu ketika Departemen Perdagangan AS menambahkan Huawei ke "Daftar Entitas", yang melarang bisnis Amerika menjual teknologi ke Huawei tanpa persetujuan pemerintah.

Pemerintahan Trump telah menunda larangan mulai berlaku hingga akhir musim panas ini.

Amerika Serikat juga menekan negara-negara lain untuk melarang Huawei karena masalah keamanan.

Tags
Loading...
Loading...