Kamis, 16 Mei 2019 10:59 WITA

Trump Nyatakan Darurat Nasional Atas Ancaman TI

Editor: Suriawati
Trump Nyatakan Darurat Nasional Atas Ancaman TI
Donald Trump (EPA)

RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump menyatakan darurat nasional untuk melindungi jaringan komputer AS dari musuh asing.

Dia telah menandatangani perintah eksekutif yang secara efektif melarang perusahaan AS menggunakan telekomunikasi asing yang diyakini menimbulkan risiko keamanan nasional.

Menurut pernyataan Gedung Putih, perintah Trump bertujuan untuk "melindungi Amerika dari musuh asing yang secara aktif menciptakan dan mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur dan layanan teknologi informasi dan komunikasi".

Itu akan memberi sekretaris perdagangan kekuatan untuk melarang transaksi yang menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional.

Perintah eksekutif itu tidak menyebutkan nama perusahaan mana pun, tetapi diyakini menargetkan Huawei.

Sebelumnya, AS telah membatasi agen-agen federal untuk menggunakan produk-produk Huawei dan telah mendorong sekutu untuk menghindarinya.

Dalam langkah terpisah, departemen perdagangan AS menambahkan Huawei ke "daftar entitas". Itu adalah sebuah langkah yang melarang perusahaan memperoleh teknologi dari perusahaan-perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Loading...

Menanggapi langkah itu, Huawei mengatakan pekerjaannya tidak menimbulkan ancaman dan mengatakan mereka independen dari pemerintah China.

Perusahaan juga menekankan bahwa membatasi bisnisnya di AS hanya akan merugikan konsumen dan perusahaan Amerika.

"Membatasi Huawei dari melakukan bisnis di AS tidak akan membuat AS lebih aman atau lebih kuat," demikian bunyi pernyataan dari perusahaan.

"Sebaliknya, ini hanya akan membatasi AS ke alternatif yang lebih rendah namun lebih mahal, meninggalkan AS tertinggal dalam penyebaran 5G, dan akhirnya merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen AS."

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa Huawei dengan keras membantah tuduhan pemerinttah AS.

Pada hari Selasa, ketua Huawei, Liang Hua mengatakan pihaknya "bersedia menandatangani perjanjian tanpa mata-mata dengan pemerintah".

Loading...
Loading...