Kamis, 27 Desember 2018 01:30 WITA

Deretan Peristiwa Ilmiah Paling Penting di 2018

Editor: Eka Nugraha
Deretan Peristiwa Ilmiah Paling Penting di 2018

RAKYATKU.COM -- Tahun ini, ada sejumlah peristiwa ilmiah yang menarik untuk menjadi perhatian kita. Fenomena ini belum tentu ada di 2019. Berikut ini adalah rangkuman beberapa peristiwa penting yang dikumpulkan Rakyatku.com dari berbagai sumber. 

1. Super-blood-blue-moon
Gerhana bulan biru-merah-total termasuk tak lazim. Peristiwa ini terjadi pada Januari 2018. Fenomena ini adalah peristiwa ketika seluruh piringan bulan purnama melintasi bayangan utama Bumi. 

Gerhana bulan total semacam in langka karena terakhir terjadi pada 1866 atau 151 tahun lalu. Jarak Bumi dan Bulan saat super-blue-blood-mooon diperkirakan berada di posisi terdekat atau perige sekitar 360 ribu kilometer.

2. Hari Tanpa Bayangan
Fenomena unik saat matahari berada hampir tepat di atas kepala pada 21 Maret lalu membuat bayangan seakan-akan menghilang. 

LAPAN menjelaskan peristiwa ini terjadi karena Bumi beredar mengitari matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis rotasi (ekliptika) Bumi yang berbentuk agak lonjong membuatnya bergerak kadang lebih cepat atau lebih lambat dari Matahari.

3. Gerhana Bulan Terlama
Fenomena gerhana bulan terlama di abad ke-21 dengan durasi 103 menit terjadi di Indonesia ada 28 Juli silam. Gerhana bulan total kali ini merupakan salah satu yang paling istimewa karena posisi bulan berada pada jarah terjauhnya dari Bumi. Bulan akan tampak lebih kecil dari biasanya, kerap disebut micro blood moon.

Loading...

4. Ekspedisi Mars
Berbeda dengan ekspedisi yang sudah-sudah, kali ini Lembaga Antariksa AS (NASA) mengirim misi ekspedisi Mars untuk menjelajah inti planet. Misi kali ini NASA mengirim Mars InSight Lander pada Mei lalu dan mendarat pada 27 November.

5. Dentuman Misterius 
Menjelang akhir tahun ada dentuman misterius yang tidak diketahui asal-usulnya. Suara itu terdengar jelas di Sumatera Selatan dan Cianjur. Pihak BMKG masih meneliti asal dentuman itu. Meski demikian, BMKG memastikan jika dentuman itu bukanlah gempa bumi. 

6. Likuifaksi di Palu
Gempa bumi yang mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) memunculkan fenomena tanah bergerak atau likuifaksi. Fenomena tersebut diketahui terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah.

Dewan penasehat Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari menjelaskan likuifaksi terjadi karena adanya getaran gempa, bukan karena tsunami. Peristiwa membuburnya daratan ini adalah salah satu fenomena alam yang baru terlihat di Indonesia.

Loading...
Loading...