Kamis, 27 Desember 2018 05:30 WITA

Misteri Dentuman Cianjur dan Sumsel yang Tak Terjawab 

Editor: Eka Nugraha
Misteri Dentuman Cianjur dan Sumsel yang Tak Terjawab 

RAKYATKU.COM --- Suara dentuman yang terjadi di sekitar wilayah Cianjur dan Sumatera Selatan belum juga terungkap. Peneliti BMKG memastikan dentuman itu bukanlah gempa bumi. 

Sebelumnya, seperti yag dilansir Dreams.id, warga di wilayah Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya mengklaim mendengar suara dentuman. Beberapa diantara warga yang mendengar menuliskan kabar itu di media sosial miliknya.

Basyarul Hanifan, pemilik akun Twitter @aentaryz mengaku mendengar suara dentuman. " Temen-temen di Bandung ada yang denger suara dentuman barusan?" tulisnya.

Dikutip dari Pojoksatu.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mengaku mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk memastikan dentuman tersebut.

"Kami pun sama tidak tahu, tapi saat ini sedang kami cari asal suara tersebut, dan memang dari beberapa masyarakat mengatakan, dari arah laut namun kami belum bisa memeastikan suara tersebut berasal," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, meski mendengar kabar dentuman itu, BMKG belum dapat menjelaskan mengenai fenomena apa yang terjadi. Kondisi itu lantaran sensor BMKG tak mendeteksi fenomena yang didengar warganet tersebut.

"Saya juga dengar informasi di Cianjur sama Sumatera Selatan. Kalau dari logika begitu itu mendengar semua. Pasti sensor kami mencatat semua. Tapi, sensor kami nggak mendeteksi," kata Rahmat kepada Liputan6.com.

Rahmat menyebut, suara dentuman itu bukan berasal dari gempa. Rahmat meminta masyarakat, memastikan terlebih dahulu validitas suara yang didengar. Sebab, penyebaran kabar sesat kerap muncul setelah bencana terjadi.

"Ini biasa begini, selalu dan selalu. Kalau ada bencana begini, ada hoaks. Orang mau menghubungkan supaya viral, menimbulkan panik, orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi supaya panik nanti penjarahan," kata dia.

Loading...
Loading...

Berita Terkait