Kamis, 20 Desember 2018 15:07 WITA

Cincin Planet Saturnus Menghilang Dalam Proses 'Hujan Cincin'

Editor: Suriawati
Cincin Planet Saturnus Menghilang Dalam Proses 'Hujan Cincin'
NASA

RAKYATKU.COM - Semua planet di Tata Surya kita memiliki pesona mereka, namun hanya sedikit yang mencolok, seperti cincin Saturnus.

Tapi, seperti semua yang ada di alam semesta, mereka tidak akan bertahan selamanya. Sekarang para ilmuwan NASA telah menemukan bahwa cincin Saturnus menghilang pada tingkat yang sangat cepat.

Cincin itu diperkirakan akan menghilang sepenuhnya dalam waktu 100 juta tahun, dalam proses yang dijuluki 'hujan cincin'. 

Penemuan ini dibuat berdasarkan pengamatan dari probe NASA Voyager 1 dan 2, yang bertemu dengan Saturnus dalam perjalanan mereka ke Tata Surya luar pada bulan November 1980 hingga Agustus 1981.

Peneliti kemudian menggabungkan data itu dengan pengamatan dari Cassini, untuk menganalisis material jatuh dari cincin Saturnus. Itu juga memungkinkan para astronom untuk menghitung seberapa cepat cincin itu hancur.

"Kami memperkirakan bahwa hujan cincin ini menguras sejumlah produk air yang dapat mengisi kolam renang ukuran Olimpiade dari cincin Saturnus dalam setengah jam," kata ilmuwan planet James O'Donoghue dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.

"Cincin memiliki kurang dari 100 juta tahun untuk hidup. Ini relatif pendek, dibandingkan dengan usia Saturnus yang lebih dari 4 miliar tahun."

Loading...

Penelitian ini dijelaskan dalam makalah yang diterbitkan 17 Desember di jurnal Icarus.

Petunjuk hujan cincin pertama kali terlihat di beberapa fenomena aneh yang diamati oleh Voyager probe.

Mereka mendeteksi beberapa perubahan aneh dalam ionosfer Saturnus dan tiga pita gelap yang mengelilingi Saturnus di garis lintang tengah-utara.

Awalnya, hal-hal ini dianggap tidak berhubungan. Tapi kemudian sebuah penelitian 1986 mengusulkan bahwa pita-pita gelap itu disebabkan oleh partikel es dari cincin Saturnus, diisi oleh Matahari atau ladang plasma dan ditarik ke bawah garis medan magnet planet.

Ketika mereka bersentuhan dengan atmosfer bagian atas Saturnus, partikel es ini menguap, dan gelombang air ini membersihkan kabut, yang kemudian muncul sebagai pita gelap. Sedangkan untuk perubahan ionosfer, mereka juga terikat pada hujan cincin.

Tags
Loading...
Loading...