Minggu, 16 Desember 2018 06:00 WITA

Chatbot, Robot untuk Mengenang Orang yang Wafat

Editor: Eka Nugraha
Chatbot, Robot untuk Mengenang Orang yang Wafat
Ilustrasi

RAKYATKU.COM --- Peneliti asal India merancang sebuah robot humanoid yang mirip dengan manusia. Bahkan, robot ini bisa menjawab permasalah perpisahan abadi akibat kematian orang yang terkasih. 

Robot itu diketahui bernama Chatbot. Robot ini memungkinkan seseorang hidup abadi dengan kepribadian dan suara yang mirip dengan sosok semasa hidup.

Sepintas pengembangan ini mengingatkan pada karakter Arnim Zola pada film Captain America: The Winter Soldier. Zola digambarkan mampu mentransfer pikiran dan kesadarannya ke dalam sistem komputer setelah ia meninggal pada 1970-an dan membuatnya tetap bisa berkomunikasi dengan Captain America di 2013.

Shriya Devadiga dan Bhakthi Shetty sebagai sosok dua peneliti di balik proyek ini tengah menyelidiki berbagai kemungkinan untuk membuat duplikasi kepribadian seseorang secara digital.

Chatbot yang dibekali kecerdasan buatan (AI) ini akan memiliki kepribadian seseorang yang telah meninggal dunia. Nantinya, ia memiliki kemampuan berbincang-bincang dengan manusia yang masih hidup.

Loading...

Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan AI dari Rusia yang melatih chatbot. Peneliti akan melatih chatbot agar bisa meniru pola komunikasi individu yang sudah meninggal menggunakan percakapan digital.

"Sesuatu seperti ini dapat membantu orang-orang untuk mengatasi trauma mereka setelah kehilangan orang yang mereka cintai, adalah apa yang digunakan kasus ini," tutur Shetty seperti dilansir Digital Trends.

Hal ini dapat dicapai dengan memberinya jumlah total kehadiran media sosial, tweet, email, dan informasi relevan lainnya terkait 'mendiang'.  Ini akan menghasilkan entitas virtual yang sedekat mungkin yang tidak dapat dibedakan dari pribadi yang sudah tiada.

"Di dunia yang berkembang pesat penuh dengan teknologi  dan terutama kecerdasan buatan yang booming. Di dunia ini tidak ada yang ingin menghabiskan sebagian besar waktu mereka tertekan atau berkabung karena kehilangan mereka," tutur Shetty seperti diwartakan Mashable.(*)

Loading...
Loading...