Minggu, 11 November 2018 06:30 WITA

Menakutkan, Begini Detik-detik Pesawat Luar Angkasa Mendarat Darurat 

Editor: Eka Nugraha
Menakutkan, Begini Detik-detik Pesawat Luar Angkasa Mendarat Darurat 
Soyuz

RAKYATKU.COM -- Sebuah pesawat antariksa asal Rusia, Soyuz membatalkan misinya, Selasa 16 Oktober lalu. Pesawat ini memutuskan harus mendarat darurat ketika sudah berada 60 kilometer di langit Kazakhstan. Seperti apa kondisinya?

Aleksey Ovchinin dan Nick Hague barus saja melewati batas gravitasi bumi. Tubuhnya sudah mulai melayang setelah Soyuz, pesawat antariksa yang membawanya sedang dalam perjalanan ke Stasiun Antariksa Internasional. 

Tiba-tiba saja, lampu darurat menyala di kabin pesawat. Ada sebuah kerusakan di salah satu bagian pesawat. Tidak ada jalan lain, pesawat harus kembali dan mendarat darurat di bumi. Jika tidak, risikonya bisa lebih besar lagi. 

"Tidak ada waktu untuk panik karena kami harus bekerja," kata Ovchinin kepada televisi Rusia. 

"Kami harus melalui langkah-langkah yang harus diambil dan mempersiapkan pendaratan darurat," katanya lagi. 

Pesawat itu akhirnya mendarat darurat. Sesaat kemudian, pesawat ini melewati atmosfer bumi. Guncangan keras mulai terasa. Keduanya terguncang seperti tak tentu arah di dalam pesawat itu. 

"Dada saya seperti mendapat tekanan balok beton," kata Ovchinin.

Ovchinin ingat mereka terguncang dengan keras dari kedua sisi. Guncangan keras itu diikuti kekuatan tujuh kali lebih besar dari gravitasi. Terlebih ketika kabin itu jatuh melalui atmosfer. Terakhir, ada sentakan parasut yang terbuka.

Di tempat asalnya di Houston, Hague mengatakan kepada Associated Press, "Kami tahu jika ingin sukses, kami harus tetap tenang melaksanakan prosedur di hadapan kami dengan lancar dan seefisien mungkin."

Haag mengatakan ia dan Ovchinin dalam posisi terbalik ketika kabin mendarat kembali di Bumi. Mereka berjabat tangan dan bercanda.

Tidak ada yang mengalami cedera dan penyelidikan sedang dilakukan untuk mencari tahu penyebab roket itu gagal.

Hague mengaku kecewa harus kembali ke Bumi, bukannya menjelajah di antariksa. Namun dia mengatakan siap untuk terbang lagi segera setelah mendapat perintah NASA.

Ini adalah peluncuran Soyuz pertama yang dibatalkan selama lebih dari 30 tahun.

Pesawat antariksa Rusia menjadi satu-satunya cara untuk mengirim awak pengganti ke Stasiun Antariksa Internasional sejak NASA memensiunkan armada pesawat ulang alik pada 2011.

Berita Terkait