Rabu, 07 November 2018 08:33 WITA

Nasa dan Google Bekerja Sama Buat Peta Virtual Planet Mars

Editor: Suriawati
Nasa dan Google Bekerja Sama Buat Peta Virtual Planet Mars
NASA

RAKYATKU.COM - Google dan Nasa sedang bekerja sama untuk membuat peta virtual baru. Tapi bukan untuk bumi, melainkan planet tetangga, Mars.

Dengan Google Mars, Anda akan bisa menjelajah planet merah tanpa harus melakukan perjalanan enam bulan sejauh 225 juta kilometer.

Peta ini akan mengungkapkan permukaan planet dan tanda-tanda pegunungan, gunung berapi, kawah dan wahana antariksa.

Menurut laporan, saat ini data satelit Nasa telah disusun oleh para peneliti Arizona State University dan merupakan salah satu peta paling akurat dari permukaan planet yang pernah dibuat.

Peta ini nantinya bisa digunakan sama seperti Google Maps dan memungkinkan orang untuk menggulir, memperbesar, dan memilih tempat yang berbeda.

Selain itu, pengguna juga akan bisa mengunjungi Mars dengan Google Earth Pro, yang mengungkapkan permukaan planet dalam 3D. 

Dengan peta ini, perjalanan virtual ke planet merah akan lebih mudah dan tidak memerlukan biaya mahal, serta masalah fisik.

Penelitian baru-baru ini telah menemukan bahwa perjalanan luar angkasa dapat membuat para astronot sakit parah.

Para ahli percaya bahwa paparan radiasi pada jarak jauh, perjalanan intergalaksi dapat secara signifikan merusak perut dan usus mereka.

Ini kemungkinan akan menyebabkan gangguan fungsional jangka panjang, seperti penyerapan nutrisi yang tidak efektif, atau kanker.

Pemimpin ilmuwan Dr Kamal Datta, dari Pusat Penelitian Khusus NASA di Universitas Georgetown di Washington DC, mengatakan bahwa dengan teknologi perisai saat ini, sulit untuk melindungi astronot dari efek buruk dari radiasi ion berat.

"Meskipun mungkin ada cara untuk menggunakan obat-obatan untuk mengatasi efek ini, belum ada obat seperti itu yang dikembangkan."

"Perjalanan singkat, seperti ke bulan mungkin tidak mengekspos mereka ke tingkat kerusakan ini, kekhawatiran yang sebenarnya adalah cedera dari perjalanan panjang seperti Mars atau misi luar angkasa lainnya yang akan jauh lebih lama."