Rabu, 07 November 2018 07:00 WITA

"Penggunaan Energi Matahari adalah Tugas Agama", Seluruh Masjid di Yordania Gunakan Panel Surya

Editor: Nur Hidayat Said
Masjid King Abdullah. di Yordania (Foto: Atlastours)

RAKYATKU.COM - Masjid-masjid di Yordania menggunakan panel surya untuk penerangan dan aktivitas lain yang membutuhkan listrik.

Dilansir World Economic Forum, kata auditor energi di ETA-max Energy and Environmental Solutions (konsultan EBT di Yordania) Yazan Ismail, gerakan pemanfaatan sinar matahari pada masjid-masjid di sana karena Yordania ingin menjadi kota energi terbarukan.

Ibu kota mereka, Amman, ditargetkan menjadi daerah yang bebas emisi karbon pada 2050. "Hampir semua masjid di Yordania sekarang memenuhi 100 persen dari kebutuhan energi mereka dengan energi terbarukan," kata Yazan Ismail.

Amman adalah salah satu dari lebih dari 70 kota di seluruh dunia yang diproyeksikan menjadi "karbon netral" alias bebas dari emisi karbon pada 2050. 

Untuk negara Timur Tengah seperti Yordania, sumber tenaga surya sangat berlimpah. Udara yang panas dan jarang hujan bisa menghasilkan banyak energi pada atap-atap masjid. 

Tercatat, suhu di Amman bisa melonjak di atas 40 derajat celsius di musim panas, bagus untuk mengurangi pemanasan global bila dimanfaatkan dalam panel surya. 

Di Amman, lanjut Yazan, gerakan untuk membuat masjid-masjid di sana lebih hijau dimulai sejak 2014 lalu yang didukung penuh oleh Kementerian Agama Yordania. 
Bahkan, gerakan ini membuat banyak sumber listrik berlebih dan dijual ke perusahaan listrik nasional. 

Gerakan pemanfaatan energi surya juga diserukan imam-imam masjid Ta'la Al-Ali. Di hadapan para jamaahnya, imam yang memberikan khutbah Jumat mengatakan mereka semua harus melindungi iklim. Keputusan untuk mengadopsi energi bersih merupakan bagian dari nilai-nilai agama yang lebih luas.

"Alasan utama untuk penggunaan energi matahari adalah tugas agama. Islam mendesak konservasi sumber daya alam, katanya, dan memperingatkan terhadap pemborosan," kata salah satu imam di sana, Ahmad Al Rawashdeh.