Jumat, 02 November 2018 06:29 WITA

Cara Menghindari Agar Baterai Ponsel Tak Meledak

Editor: Adil Patawai Anar
Cara Menghindari Agar Baterai Ponsel Tak Meledak

RAKYATKU.COM - Salah satu resiko paling mengerikan dana mat dihindari oleh semua pengguna smartphone adalah efek panas berlebih (overheating).

Dampak overheating ini bisa berimbas pada kerusakan perangkat, bahkan jika parah, akan mengakibatkan ledakan atau terbakarnya perangkat. Tidak jarang, kasus smartphone yang terbakar atau meledak, ditengarai disebabkan oleh karena komponen baterai yang mengalami overheating atau terlalu panas.

Tidak dipungkiri, overheating adalah masalah keamanan yang cukup mengkhawatirkan, mengingat beberapa kasus yang heboh belakangan ini yang mengungkap tentang cacatnya komponen  baterai smartphone berprofil tinggi. Akan tetapi ancaman overheating ini bukan hanya pada smartphone lho ya, perangkat tablet dan laptop juga bisa mengalami overheating.

Lalu apa penyebab utama baterai bisa mengalami overheating? Dan langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan resiko overheating di smartphone Anda?

Beberapa panduan bisa Anda lakukan untuk meminimalisir dan menghentikan resiko overheating pada baterai smartphone Anda agar terhindar dari resiko terlalu panas atau terbakar. Seperti apa?

Pertama-tama, Anda perlu memahami dulu mengapa baterai smartphone bisa meledak dan terbakar? Ada beberapa alasan mengapa baterai ponsel bisa menjadi terlalu panas (overheating). Ada kasus yang memang  sangat insidensial seperti Samsung Galaxy Note 7 yang memang komponen baterainya memiliki cacat mendasar.

Ada dua penyebab utama baterai Lithium-ion yang mengalami overheating. Yang pertama adalah ketika baterai mengalami kerusakan, entah karena ini bisa disebabkan oleh terjatuhnya ponsel Anda atau tertimpa benda berat, dan berakibat rusaknya fisik komponen baterai. Nah, rusaknya  fisik komponen baterai ini dapat menyebabkan arus pendek, yang menyebabkannya memuai dan berpotensi meledak dan terbakar.

Panas adalah penyebab utama kebakaran baterai dan biasanya terkait dengan pengisian daya. Pengisian baterai akan menghasilkan beberapa pembangkit panas, dan jika suhu terlalu tinggi maka hubungan pendek internal dapat terjadi. Hal ini diperparah dengan komponen baterai itu sendiri yang rusak.

Jika komponen baterai Anda tidak bisa mendingin, 'pelarian termal' dapat terjadi, di mana reaksi berantai mempercepat peningkatan suhu. Ini adalah awal bencana terbakarnya smartphone Anda.

Dengan teknologi terkini seperti pengisian daya super cepat dan prosesor terbaru, maka memungkinkan meningkatnya suhu/panas di ponsel saat ini daripada suhu smartphone generasi sebelumnya. Desain smartphone yang semakin slim juga bisa berpengaruh.

Terutama ketika vendor smartphone mencoba memasukkan komponen baterai berukuran daya besar ke dalam  smartphone berdimensi yang sangat tipis tanpa memastikan bahwa efek panas dapat distabilkan. Atau paling tidak, menempatkan komponen baterai  tidak terlalu berdekatan dengan yang lainnya, dan membenamkan teknologi pendingin di dalam smartphone.

Nah, jika suatu kali Anda menemukan kondisi smartphone Anda mengalami overheating, lalu bagaimana cara meminimalisir resiko ledakan atau terbakarnya baterai di smartphone Anda?

1. Gunakan aksesoris pengisi daya yang orisinal, jangan yang abal-abal. Idealnya, gunakan pengisi daya yang disertakan dengan perangkat Anda. Atau beli di gerai resminya.

2. Cabut charger segera setelah baterai terisi penuh. Coba lihat dan perhatikan kapan smartphone Anda terisi penuh,  dan segera  cabut untuk menghindari “penumpukan” panas yang tidak perlu di komponen baterai Anda.

3. Lakukan pengisian daya di tempat yang aman. Ya, mungkin terdengar konyol tetapi kami tidak menyarankan Anda mengisi daya smartphone di bawah bantal sepanjang malam.

4. Lepaskan casing tambahan  (jika Anda menggunakannya) selama melakukan pengisian daya. Pamasangan casing ibaratnya seperti memasang “jaket” yang memberikan efek panas, dan akan membatasi pembuangan panas sehingga akan memicu panas lainnya.

5. Saat melakukan charging, hindari sinar matahari langsung. Ponsel Anda yang sedang diisi daya, sangat disarankan  tidak terkena sinar matahari langsung atau pantulan matahari. 
Seperti misalnya paparan sinar  matahari akan memanaskannya  ketika Anda  meletakkan smartphone di  dashboard mobil Anda saat mengisi daya.

6. Berikan waktu bagi smartphone Anda “beristirahat”. Saat Anda sedang melakukan pengisisan daya, biarkan smartphone Anda dalam kondisi off dan tidak membuka aplikasi apapun.

7. Hindari tekanan atau bantingan ke smartphone. Perlakuan yang keras pada smartphone, jelas akan memberikan dampak sangat buruk pada baterai. Jadi, jangan pernah meletakkan smartphone di kantong celana, dan duduk di atasnya atau membiarkannya terkena tekanan berlebihan. Karena pasti akan berdampak pada rusaknya komponen baterai.

Sumber: Tabloidpulsa.

Tags