Kamis, 01 November 2018 15:29 WITA

Protes Pelecehan Seks, Karyawan Google di Seluruh Dunia Gelar Aksi Walkout

Editor: Suriawati
Protes Pelecehan Seks, Karyawan Google di Seluruh Dunia Gelar Aksi Walkout
Twiter

RAKYATKU.COM - Karyawan Google di seluruh dunia menggelar aksi walkout sebagai bentuk protes atas penanganan perusahaan dalam kasus pelecehan seksual.

Penyelenggara Google Walkout for Real Change mengatakan pada New York Times bahwa lebih dari 1.500 karyawan dari lebih dari 60 persen kantor Google ramai-ramai menggelar aksi itu.

“Kami tidak ingin merasa bahwa kami tidak setara atau kami tidak dihargai lagi,” kata Claire Stapleton, manajer pemasaran produk YouTube.

“Google terkenal karena budayanya. Namun kenyataannya kami bahkan tidak memenuhi dasar-dasar penghormatan, keadilan, dan keadilan bagi setiap orang di sini. ”

Aksi protes itu sudah berlangsung di negara-negara Asia. Foto-foto walkout dari kantor Tokyo dan Singapura telah diposting ke akun Twitter dan Instagram resmi penyelenggara, menggunakan hashtag #GoogleWalkout.

Penyelenggara aksi menuntut Google untuk membuat lima perubahan konkrit terhadap kebijakan perusahaannya, termasuk diakhirinya pelecehan dan diskriminasi, komitmen untuk mengakhiri ketidaksetaraan upah dan peluang, serta laporan transparansi pelecehan seksual yang dipublikasikan secara publik.

Protes ini menyusul adanya laporan pelecehan seksual yang dilakukan pencipta Android, Andy Rubin terhadap salah satu karyawan Google.

Google telah melakukan investigasi atas tuduhan pemaksaan oral seks yang dilakukan oleh Rubin, dan hasil investigasi menyatakan bahwa laporan tersebut bisa dipercaya.

Namun, Rubin dikabarkan diberi pesangon $90 juta (Rp1,3 triliun) saat keluar dari Google pada tahun 2014. Hal itu membuat para karyawan marah.

CEO Google, Sundar Pichai telah menanggapi protes pelecehan seksual dengan mengatakan bahwa Google telah memecat 48 orang karena pelecehan seksual dalam dua tahun terakhir tanpa memberi mereka pesangon.

Tags