Minggu, 28 Oktober 2018 03:00 WITA

Waspadai Penipuan Lewat Toko Online

Editor: Eka Nugraha
Waspadai Penipuan Lewat Toko Online

RAKYATKU.COM --- Bingung memilih toko online yang aman? Tidak mau menjadi korban penipuan toko online? Ada baiknya Anda menyimak sejumlah ciri-ciri khas yang sering dilakukan kawanan penipu di toko online. Dengan mengetahui ciri-ciri ini, Anda bisa paham dan lebih waspada saat beli atau jual barang di toko online. Berikut ciri-ciri toko online yang patut Anda waspadai.

1. Barang jualan terlalu murah dan tawarkan black market

Salah satu yang patut Anda waspadai adalah jika barang yang dijual terlalu murah. Bisa jadi, itu adalah cara memikat Anda untuk berbelanja melalui toko online. Ciri-ciri ini adalah yang paling mencolok. Jika mendapati harga yang sangat jauh dari harga pasaran, Anda patut curiga.

Biasa pula toko online itu menyebut jika barang dagangannya adalah black market. Sebaiknya hindari membeli black market. Selain untuk mengantisipasi penipuan, barang yang Anda beli juga lebih terjamin dan tergaransi.

2. Nama toko online tidak populer

Jika menemukan toko online yang tidak populer, Anda patut waspada. Hati-hati saat membeli barang di toko online yang tidak memiliki kredibilitas. Jangan sampai toko online itu hanyalah buatan untuk menjebak Anda. Pastikan toko online tempat Anda berbelanja adalah toko yang memiliki sertifikasi dari lembaga-lembaga yang kredibel.

3. Mengirimkan promosi lewat SMS

Trik ini paling sering dilakukan para pelaku kejahatan cyber. Mereka mengirimkan pesan singkat secara acak yang mengajak Anda membeli barang dengan harga yang sangat murah. Biasanya, di dalam pesan singkat itu juga tertera link toko online yang akan dijadikan jebakan. Ketika link itu diklik, maka Anda akan diarahkan ke galeri produk dengan harga yang sangat murah. Hati-hati saat membeli produknya.

4. Tanpa alamat toko

Link toko online yang disebar biasanya tidak memiliki alamat yang jelas. Selain itu, juga tidak disediakan costumer service sehingga jika barang belanja Anda bermasalah, maka dipastikan konsumen akan kehilangan jejak pemilik toko online. Setelah itu, uang yang dikirim juga akan melayang.

Salah satu yang perlu dikroscek saat berbelanja online adalah alamat toko dan pemiliknya. Jika perlu, hubungi kontak dan alamat yang tertera untuk memastikan toko online itu benar-benar ada.

5. Menggunakan iklan gratisan

Penipu sudah pasti akan menggunakan iklan yang gratis untuk promosi. Di dunia maya, semua bisa dilakukan dengan gratis. Termasuk membuat blog, iklan, dan fanpage yang menggunakan medium yang gratis. Jika menemukan website toko online yang gratis sudah pasti itu adalah penipuan. Pemilik toko online yang asli tentu harus punya modal untuk menjual dan beli barang dan tentunya membuat domain yang berbayar.

6. Menolak cash on delivery (COD)

Ciri-ciri berikutnya tentang toko online tipuan adalah tidak menerima COD (Cash on Delivery). Fasilitas ini adalah proses pembayaran dimana barang yang diterima dibayar di tempat. Toko online palsu pasti akan menolak fasilitas COD ini. Alasannya sederhana, karena toko online palsu tidak memiliki barang dan dibuat untuk menipu.

7. Anti Rekening Bersama (Escrow)

Selain menolak COD (Cash on Delivery), toko online palsu juga menolak menggunakan rekening berssama. Toko online palsu selalu ingin Anda mengirim langsung ke rekening mereka. Begitu uang terkirim, barang tidak akan Anda terima. Anda juga akan kesulitan melakukan komplain barang.

Itulah beberapa ciri-ciri dan modus penipuan melalui toko online. Jika ingin berbelanja online, pastikan Anda melakukan transaksi di toko online yang terpercaya dan memiliki kredibilitas.