Selasa, 09 Oktober 2018 16:21 WITA

Biar Tak Lambat Adaptasi, Ini 8 Tips Mainkan PES 2019

Editor: Nur Hidayat Said
Biar Tak Lambat Adaptasi, Ini 8 Tips Mainkan PES 2019
Foto: Realsport.

RAKYATKU.COM - Konami telah resmi meluncurkan PES 2019. Tahun ini PES kehilangan lisensi Liga Champions dan Liga Europa. 

Konami pun mesti memutar otak untuk memberikan penawaran lain yang tak membuat penggemar setianya kecewa.

PES 2019 mungkin tak mengalami perubahan yang signifikan dari pendahulunya. Akan tetapi, Konami tetap mengubah sedikit beberapa fitur utama PES untuk membuat pengguna merasa tertantang dan harus beradaptasi lagi dengan gim yang terbaru.

Ada delapan tips penting yang wajib diketahui sebelum bermain PES 2019. Tips ini membuat gamer lebih cepat beradaptasi dengan PES 2019.

Tahun ini Konami membuat pekerjaan hebat dan merancang PES 2019 senyata mungkin, yang membuat pengguna bisa merasakan sensasi pesepak bola di lapangan. 

Konami tidak banyak mengubah sensasi bermain dari PES 2018. Hal ini membuat pengguna tak kesulitan beradaptasi dengan PES 2019 dan bisa langsung menyesuaikan diri hanya dalam beberapa laga awal. 

Selain itu, perubahan mayor lainnya yang dibuat Konami adalah meningkatkan kualitas AI, yang memungkinkan pengguna untuk berlatih lebih baik.

1. Liga Baru Berlisensi

Bagi Konami dan kebanyakan penggemar PES, kabar bahwa PES 2019 kehilangan lisensi UEFA Champions League dan Europa League mungkin terasa pahit. Tentu itu merupakan kehilangan besar, tetapi PES mencoba menutupinya dengan tambahan lain. Terdapat tujuh liga baru berlisensi yang bisa dimainkan.

PES 2019 berhasil mendapatkan lisensi Argentinian Primera Division, Belgian Pro League, Danish Superliga, Liga NOS Portugal, Scottish Premiership, Swiss Super League, dan Russian Premier League. 

2. Menit Bermain

Pada umumnya pengguna PES mengatur permainan untuk berjalan lima menit tiap babak alias 10 menit total pertandingan. Namun, hal itu sepertinya harus diubah di PES 2019. Tahun ini PES berjalan sedikit lambat.

Memang tidak terlalu lambat, tetapi adanya perubahan dalam sentuhan pertama pemain dan tim yang terus mencari ruang kosong berarti gim berpotensi sering terkunci dalam situasi seimbang. Pengaturan lima menit default sudah tak lagi pantas dan terkadang membuat pemain sulit mencetak gol.

Untuk melawan kondisi ini, pengguna bisa meningkatkan waktu bermain dalam satu babak. Sekitar enam atau tujuh menit untuk satu babak tampaknya paling optimal. Dengan pengaturan ini, PES 2019 akan mulai meniru situasi pertandingan sepak bola yang sebenarnya dengan menunjukkan tim yang mulai kelelahan di sepertiga akhir pertandingan. Pengaturan ini membuat PES 2019 terasa lebih realistis

3. Challenge di Master League

Master League tetap sama bagusnya seperti edisi sebelumnya - kali ini dengan satu perubahan penting. Ketika pengguna memulai Master League pertama kalinya dan memilih tim, kali ini pengguna bisa bebas memilih Club Operations dalam mode Classic atau Challenge.

Mode Classic sama seperti biasanya, yakni berkarier dalam dunia sepak bola dengan mencoba merancang tim sebaik mungkin dan mengalahkan tim mana pun yang menghalangi.

Jika berani memasang mode Challenge, maka pengguna akan mengalami tantangan yang jauh lebih sulit. Mulai dari negosiasi kontrak yang lebih alot, ruang ganti yang terkadang tak kondusif dan ancaman pemecatan yang terus mengganggu. Uniknya, mode ini justru lebih menyenangkan.

4. Gunakanlah Advanced Instructions

PES 2019 sepertinya berusaha memuaskan pengguna yang ingin menjajal banyak taktik berbeda. Dalam menu Game Plan, pengguna bisa menjajal opsi Advanced Instructions dan memilih beberapa opsi unik.

Begitu memasuki Advanced Instructions, pengguna akan menghadapi banyak pilihan taktik yang bisa mengubah permainan dalam sekejap. Jajal saja beberapa pilihan yang mungkin sesuai dengan tim seperti attacking full backs, rotating wingers, false nines dan dalam sisi defensif, full-on counter attacks deep defensive line. Bahkan pengguna bisa menjadi Jurgen Klopp dengan mode bertahan Gegenpress .

Langkahnya cukup mudah, pilih taktik yang diinginkan dan petakan dalam tombol yang tersedia. Biasanya pengguna tinggal menekan L2/LT dalam pertandingan untuk mengaktifkannya.

5. Bertahan dari Low Cross

Konami kali ini merancang AI (Artificial Intelligence) yang jauh lebih pintar. Melawan komputer di PES 2019 berarti harus siap menghadapi banyak umpan silang rendah yang berbahaya alias low cross. Pengguna bahkan bisa menduga kapan AI akan menggunakan taktik tersebut di lapangan.

Untuk menghentikan ancaman low cross tersebut, ada beberapa hal yang bisa dicoba pengguna. Pertama, coba bertahan untuk arahkan setiap pemain sayap lawan ke dalam lapangan, yang membuat pemain lawan tak bisa menyisir sisi lapangan.

Jika langkah tersebut gagal, maka pastikan tekan R1 dan X untuk mendapatkan tambahan bantuan dari reksn setim. Memadati wilayah sayap setidaknya akan meningkatkan kemungkinan mengadang Low Cross.

6. Berlatih

Satu masalah di PES 2019 mungkin adalah sentuhan pertama pemain di lapangan. Pengguna mungkin akan sedikit kesulitan mengarahkan pemain di beberapa permainan pertama. Satu-satunya cara mengatasi itu? Terus bermain sebanyak mungkin.

Dengan terus bermain, pengguna akan mulai terbiasa dengan cara menggerakkan pemain di lapangan. Coba gunakan advanced headers dan volleys challenge untuk memantapkan skenario menyerang, juga latihan-latihan lainnya yang mungkin berguna di lapangan.

Pengguna juga bisa bermain lebih cepat jika sudah mulai terbiasa mengontrol pergerakan pemain di lapangan.

7. Kits dan Badges masih untuk PS4 dan PC

Jika pengguna ingin mendapatkan nama-nama tim asli beserta kostumnya, sayangnya Xbox One sekali lagi diabaikan. Mungkin akan ada mod yang datang untuk Xbox One, tetapi saat ini jika pengguna ingin kostum asli, nama, dan logo klub, cara terbaik melakukannya adalah dengan membeli gim tersebut di PS4 atau PC.

8. Tendangan Bebas Lebih Berbahaya

PES 2019 sepertinya sedikit mengubah cara pemain mengeksekusi tendangan bebas. Tidak seperti edisi sebelumnya, kali ini tendangan bebas lebih mudah. Sekarang pengguna cukup sedikit menambah lengkungan bola dan menekan power tendangan sampai dua pertiga bar.

Sumber: Gamesradar.com, Bola.net