Sabtu, 06 Oktober 2018 05:00 WITA

Di Masa Depan, Bukan Manusia Lagi yang Lakukan Tes Wawancara Kerja

Editor: Nur Hidayat Said
Di Masa Depan, Bukan Manusia Lagi yang Lakukan Tes Wawancara Kerja

RAKYATKU.COM - Pada era perkembangan teknologi ada banyak pembicaraan tentang robot yang bisa mengambil alih pekerjaan manusia. Tujuannya agar waktu pengerjaannya bisa lebih efisien.

Adanya otomatisasi akan membuat 1 juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat (AS) menghilang. Perkembangan teknologi ini bisa menciptakan lapangan kerja yang baru untuk robot.

Industri perekrutan juga berpotensi akan terganggu dengan otomatisasi. Perusahaan akan menggunakan robot untuk mempercepat proses rekrutmen dan memberikan waktu lebih singkat bagi manajer perekrutan untuk menjaring talent. Cara ini bisa menghapus bias manusia yang menghambat proses perekrutan.

Perusahaan Triplebyte, misalnya, mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mewawancara kandidat. Teknologi ini kemudian mencocokkan kandidat dengan posisi yang relevan dengan keterampilannya.

"Efektivitas perekrut menurun karena mengejar semua orang yang sama," kata CEO Triplebyte, Harj Taggar.

Dia mengatakan ada 40 persen kandidat yang berhasil mendapatkan pekerjaan setelah diwawancarai oleh Triplebyte. Angka ini berada di atas rata-rata industri sebesar 20 persen.

Seorang kandidat bernama Jeremy Phelps berhasil mendapatkan pekerjaan setelah melewati proses interview dengan perusahaan Taggar. Insinyur perangkat lunak otodidak ini awalnya mendapatkan pekerjaan di bisnis pengiriman pizza dan makanan cepat saji ketika tak memenuhi persyaratan aplikasi untuk pekerjaan teknis apapun.

Setelah menemukan kuis kode Triplebyte suatu hari, dia mendapatkan tawaran untuk wawancara serangkaian perusahaan teknologi San Fransisco. Akhirnya, dia mendapatkan tawaran pekerjaan untuk peran rekayasa perangkat lunak di layanan pengiriman bahan makanan Instacart, dan pindah ke San Fransisco Bay.

"Kami menargetkan (konsumen) yang berpikir bahwa mereka insinyur terbaik di perusahaan, yaitu konsultan IT di Walgreens lokal. Ada juga yang ingin bekerja di Apple atau Dropbox," kata Taggar.

Triplebyte tak sendirian. Ada juga perusahaan-perusahaan teknologi yang membangun algoritma untuk membantu pembeli kerja meningkatkan proses rekrutmen. Terutama, wawancara dan deskripsi pekerjaan yang lebih inklusif.

Pakar ketenagakerjaan di situs TopResume, Amanda Augustine, mengatakan semakin banyak perusahaan menggunakan teknologi AI untuk merekrut karyawan.

"Ketika digunakan secara tepat, alat rekrutmen ini bisa membantu mengurangi menghilangkan bias, meningkatkan pengalaman kandidat, serta mengurangi waktu untuk menyewa (pewawancara)," kata dia.

Sumber: CNBC, Dream