Senin, 24 September 2018 12:30 WITA

Grab dan Uber Didenda Rp141 Triliun di Singapura

Editor: Suriawati
Grab dan Uber Didenda Rp141 Triliun di Singapura
Foto via Financial Times

RAKYATKU.COM - Pengawas persaingan bisnis Singapura mendenda Uber dan Grab S$13 juta (Rp141 triliun) atas penggabungan kedua perusahaan yang dinilai "anti-kompetitif".

Komisi Persaingan dan Konsumen Singapura (CCCS) mengatakan telah mendenda Uber S$ 6,58 juta dan Grab S$ 6,4 juta karena melakukan akuisisi yang dapat merusak persaingan.

Pada 26 Maret, Grab mengumumkan telah mengakuisisi operasi Uber di Asia Tenggara, dengan imbalan saham 27,5 persen.

Hari berikutnya, CCCS mengatakan akan meluncurkan penyelidikan apakah transaksi tersebut melanggar undang-undang anti-monopoli, yang dapat mengakibatkan "berkurangnya persaingan".

Sebagai bagian dari temuan investigasinya, pengawas itu menyoroti bahwa Grab telah menaikkan harganya sekitar 10 hingga 15 persen setelah akuisisi. 

Loading...

Selain itu, CCCS mengatakan telah menerima "banyak keluhan" baik dari pengendara maupun pengemudi atas ongkos dan komisi Grab.

"Merger yang secara substansial mengurangi kompetisi dilarang dan CCCS telah mengambil tindakan terhadap merger Grab-Uber karena itu menghilangkan pesaing terdekat Grab, hingga merugikan driver Singapura," kata Toh Han Li, kepala eksekutif CCCS, dikutip CNA.

"Perusahaan dapat terus berinovasi di pasar ini, melalui sarana selain merger anti-persaingan."

Tags
Loading...
Loading...