Senin, 17 September 2018 13:06 WITA

Hewan Laut Selalu Makan Plastik, Kenapa Bisa? 

Editor: Eka Nugraha
Hewan Laut Selalu Makan Plastik, Kenapa Bisa? 

RAKYATKU.COM --- Kita kerap kali menemukan potongan plastik dalam perut ikan. Biasa juga ada pada perut lobster bahkan kerang. Kenapa itu terjadi?

Peneliti mencatat ada 180 spesies hewan laut yang sering memakan plastik. Mulai dari plankton kecil hingga paus raksasa.

Dalam zooplankton, misalnya, itu sesuai dengan konsentrasi partikel plastik kecil di dalam air karena bagian tubuh untuk makan mereka dirancang untuk menangani partikel dengan ukuran tertentu.

"Jika ada partikel dalam kisaran ukuran ini, itu pasti makanan," kata Moira Galbraith, seorang ahli ekologi plankton di Institute of Ocean Sciences, Kanada seperti yang dilansir BBC.

Dia menambahkan, zooplankton, makhluk bertubuh silindris dan bertentakel memasukkan sedimen ke dalam mulut mereka untuk mengekstraksi makanan yang dapat dimakan. Namun, satu analisa menunjukkan bahwa penghuni dasar samudera ini dapat mengkonsumsi lebih banyak plastik hingga 138 kali dari yang diperkirakan, mengingat distribusi plastik dalam sedimen.

"Hewan memiliki kemampuan inderawi dan perseptif yang sangat berbeda dari kita. Dalam beberapa kasus kemampuan mereka lebih baik dan dalam beberapa kasus kemampuan mereka lebih buruk, tetapi dalam semua kasus mereka berbeda," kata Matthew Savoca di NOAA Southwest Fisheries Science Center di Monterey, California.

Dia menyebut, alasan pertama kenapa hewan laut memakan plastik adalah karena hewan-hewan tertipu. Pada dasarnya, ganggang tumbuh di plastik mengambang. 

Qamar Schuyler dari The University of Queensland, Australia menyebut selain penglihatan dan penciuman, ada indera lain yang digunakan binatang untuk mencari makanan. Banyak hewan laut berburu dengan echolocation, terutama paus bergigi dan lumba-lumba.

Echolocation dikenal sangat sensitif, namun puluhan paus sperma dan paus bergigi lainnya ditemukan mati dengan perut penuh dengan kantong plastik, atau bahkan onderdil mobil. Savoca mengatakan kemungkinan echolocation mereka salah mengidentifikasi benda-benda ini sebagai makanan.

Tragedi yang terjadi adalah bahwa semua hewan ini adalah pemburu dan penjelajah ulung. Mereka memiliki indera yang diasah oleh evolusi ribuan tahun untuk menargetkan apa yang sering menjadi jajaran mangsa yang sangat spesifik.

"Plastik tidak hanya terlihat seperti makanan, baunya, rasanya, dan bahkan bunyinya terdengar seperti makanan," jelas dia.

Berita Terkait