Senin, 03 September 2018 05:00 WITA

Ini Alasan Harga Paket Internet di Indonesia Mahal

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ini Alasan Harga Paket Internet di Indonesia Mahal
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Sebagai pengguna internet yang aktif, kamu mungkin pernah atau bahkan sering mengeluhkan harga paket atau kuota internet yang cenderung mahal.

Tidak bisa dipungkiri, internet di Indonesia bagi kebanyakan orang memang cenderung mahal. Meskipun ada beberapa provider yang menerapkan tarif yang lumayan terjangkau, namun tetap saja ada hal yang dikeluhkan seperti jaringan lelet dan sebagainya.

Mahalnya tarif internet tentu membuat para pengguna merasa kesal. Apalagi jika tarif yang mahal nggak sebanding dengan layanan yang didapatkan. Lalu, kamu tahu nggak kenapa tarif internet di Indonesia mahal? Dilansir Jalantikus, berikut ulasannya:

1. Biaya Infrastruktur yang Tinggi

Kamu pasti tahu bahwa internet tidak akan ada di suatu wilayah tanpa adanya infrastruktur yang mendukung. Biaya infrastruktur ternyata sangat tinggi. Dibutuhkan biaya yang sangat mahal dalam pembangunan infrastruktur internet. Apalagi untuk wilayah yang luas, maka jangkauannya pun akan semakin luas dan biayanya akan semakin mahal.

Belum lagi biaya ongkos tenaga kerja dan pengeluaran lainnya yang terus dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur yang memadai. Penyedia jasa internet bahkan bisa membutuhkan biaya ratusan juta hingga miliaran rupiah.

2. Adanya Biaya Operasional

Sama seperti bisnis lainnya, perusahaan penyedia jasa layanan internet juga membutuhkan biaya operasional dalam menjalankan bisnis mereka. 

Tentunya, biaya yang harus dikeluarkan nggak sedikit mulai dari gaji pegawai, perbaikan dan perawatan infrastruktur serta biaya-biaya lainnya yang dibutuhkan untuk memastikan perusahaan tetap berjalan dengan baik dan tidak mengalami kerugian. Semakin besar perusahaan penyedia jasa internet tersebut, maka semakin besar pula biaya operasional yang dibutuhkan.

3. Mahalnya Biaya Sambungan Internasional

Rata-rata situs besar yang diakses oleh orang Indonesia berserver di luar negeri. Sebut saja Facebook, Google, Twitter, dan lain sebagainya. Hal ini membuat internet di Indonesia harus tersambung dengan server luar negeri. 

Nah, biaya sambungan internasional ini tentunya tidak murah. Penyedia layanan internet bisa mengeluarkan biaya ratusan juta hingga miliaran rupiah agar pengguna dapat mengakses situs-situs yang berserver di luar negeri.

4. Biaya Hak Penggunaan Frekuensi yang Mahal

Setiap operator yang menggunakan spektrum frekuensi radio atau wireless wajib membayar biaya hak penggunaan frekuensi yang dibayar di muka setiap tahun dan disetor ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Biaya ini terbilang sangat mahal terutama untuk layanan internet GSM 3G atau CDMA EVDO. Sebut saja Telkomsel yang setiap tahunnya harus mengeluarkan biaya ratusan miliar untuk membayar biaya hak penggunaan frekuensi kepada pemerintah.

5. Menurunnya Jumlah Pengguna Telepon dan SMS

Di zaman sekarang ini, tentu sudah jarang sekali orang-orang yang menggunakan telepon atau sms untuk berkomunikasi. Semenjak aplikasi chatting seperti BBM, WhatsApp, dan lain-lain muncul, pengguna lebih suka menggunakan aplikasi tersebut untuk komunikasi.

Hanya dengan terhubung ke internet, maka pengguna bisa melakukan chat, panggilan suara hingga video call tanpa perlu membayar dengan pulsa. Sementara bagi operator, telepon, dan sms adalah sumber pemasukan mereka sehingga ketika orang-orang mulai jarang menggunakan telepon dan SMS, maka mereka harus menaikkan tarif internet untuk mendapatkan keuntungan.