Minggu, 02 September 2018 12:22 WITA

Bekerja di Luar Jam Kantor Kurangi Produktivitas Karyawan

Editor: Nur Hidayat Said
Bekerja di Luar Jam Kantor Kurangi Produktivitas Karyawan
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

RAKYATKU.COM - Kecanggihan teknologi bisa membuat pekerjaan sehari-hari menjadi lebih mudah atau malah lebih memusingkan. 

Bagi pekerja yang tak bisa lepas dari aplikasi email (surat elektronik) atau aplikasi pesan singkat setiap harinya, tenang saja karena Anda tidak sendirian.

Dikutip Metro Minggu (2/9/2018), studi dari University of West England (UWE) di Bristol, Inggris, mengungkapkan sebanyak 5.000 orang di London mengaku membuka dua aplikasi tersebut selama menempuh perjalanan kereta dari kantor dan rumahnya, tentu saja bila jaringan telekomunikasi tersedia.

Sebanyak 54 persen dari jumlah tersebut "menggantungkan kariernya" terhadap jaringan wi-fi di kereta, sementara sisanya mau berkorban dengan data pulsa.

Sebagian besar penumpang kereta yang membuat aplikasi pekerjaan selama perjalanan mengaku kalau mereka "terpaksa" melakukan hal tersebut untuk memangkas waktu atau meringankan beban pekerjaan sesampainya di kantor atau di rumah.

Salah satu peneliti sosial dari Centre for Transport and Society, Dr Juliet Jain, mengatakan fenomena bekerja dalam perjalanan ini menjadi budaya baru, bahwa konsep karier dan kehidupan pribadi sudah makin bias.

"Pekerjaan yang dilakukan di luar kantor, seperti membalas email atau pesan singkat yang berhubungan dengan pekerjaan, sebaiknya mulai dihitung sebagai jam kerja sehingga bisa mengurangi tingkat stres para pekerja yang mungkin khawatir akan nilai kariernya di mata perusahaan," kata Jain.

Sementara itu, Jamie Kerr dari Institute of Directors, berpendapat kalau bekerja di luar jam kantor bisa mengurangi tingkat produktivitas pekerja yang sebenarnya merupakan investasi sebuah perusahaan.

"Beban yang berlebihan, karena harus tetap siaga membalas email atau pesan singkat, bisa membuat kadar stres meningkat dan menurunkan produktivitas seorang karyawan," kata Kerr.

"Batas antara beban dan kesenangan akan menjadi bias sehingga muncul stres berbentuk rasa khawatir yang meningkat jika terlambat merespons pekerjaan."

Sumber: Metro, CNN Indonesia

Berita Terkait