Minggu, 26 Agustus 2018 11:22 WITA

Petani di Jepang Mulai Gunakan Drone untuk Bertani

Editor: Suriawati
Petani di Jepang Mulai Gunakan Drone untuk Bertani
Reuters

RAKYATKU.COM - Drone mulai memasuki area persawahan untuk membantu meringankan pekerjaan petani tua di Jepang.

Selama beberapa bulan terakhir, pengembang dan petani di sebuah desa di timur laut Jepang telah menguji sebuah drone yang dapat melayang di atas sawah dan melakukan berbagai tugas dalam waktu singkat.

Misalnya, pesawat tak berawak itu dapat menyemprotkan pestisida dan pupuk ke sawah dalam waktu sekitar 15 menit. Padahal pekerjaan ini biasanya membutuhkan waktu lebih dari satu jam dan mengharuskan para petani untuk membawa-bawa tank berat.

"Ini adalah teknologi tinggi yang belum pernah ada sebelumnya," kata Isamu Sakakibara, seorang petani padi berusia 69 tahun di daerah Tome, daerah yang memasok beras ke Tokyo sejak abad ke-17.

Tujuan pengujian drone ini adalah untuk meringankan beban fisik dan meningkatkan produktivitas di daerah pedesaan, di mana sawah dikelola oleh petani tua.

Di Tome, petani rata-rata berusia 67-68 tahun dan mereka mungkin hanya mampu bertani 4-5 tahun lagi. Sementara para generasi mudanya kebanyakan memilih pergi ke kota.

"Saat kami menghadapi kekurangan petani generasi baru, misi kami adalah untuk menghasilkan ide-ide baru untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui pengenalan teknologi mutakhir seperti drone," kata Sakakibara, yang juga mengepalai JA Miyagi Tome, koperasi pertanian setempat.

Selain lebih efisien, menggunakan drone juga lebih hemat. Sebagai perbandingan, mini-helicopter radio-controlled dijual sekitar 15 juta yen, sementara drone hanya dibanderol seharga sekitar 4 juta yen.

Drone juga dapat menganalisis batang padi dengan cepat dan menentukan berapa banyak pestisida atau pupuk yang dibutuhkan, sehingga memudahkan petani untuk menilai kebutuhan mereka dan memperkirakan ukuran tanaman.

Drone yang telah diuji adalah Nile-T18, dan dikembangkan oleh start-up drone, Nileworks Inc.

Nileworks kini bernegosiasi dengan pihak berwenang untuk mengizinkan operator menerbangkan drone di atas sawah tanpa lisensi. Ini dapat dikontrol dengan iPad dan dijalankan dengan perangkat lunak pemetaan yang mudah dioperasikan.

"Tujuan utama kami adalah menurunkan biaya usahatani padi hingga seperempat dari sekarang," kata Presiden Nileworks Hiroshi Yanagishita kepada para wartawan.

Nileworks berencana untuk mulai menjual drone pada bulan Mei, dengan target tahunan 100 unit di tahun pertama dan 4.000 dalam lima tahun.

Tags