Rabu, 08 Agustus 2018 09:52 WITA

China Klaim Berhasil Uji Pesawat Hipersonik Pertamanya, Berkecepatan 7.344 Km/Jam

Editor: Suriawati
China Klaim Berhasil Uji Pesawat Hipersonik Pertamanya, Berkecepatan 7.344 Km/Jam
Starry Sky-2 (CNN)

RAKYATKU.COM - China mengklaim telah berhasil menguji pesawat hipersonik pertamanya, sebuah langkah maju dalam teknologi kedirgantaraan yang dapat meningkatkan tekanan pada militer AS.

China Academy of Aerospace Aerodynamics (CAAA), yang berbasis di Beijing dan perusahaan China Aerospace Science and Technology Corporation milik negara, melakukan uji coba pertama pesawat "Starry Sky-2" Jumat lalu (03/08/2018).

Kendaraan hipersonik itu memiliki kecepatan yang super tinggi, sehingga mampu melakukan perjalanan melintasi AS dalam waktu sekitar 30 menit.

Menurut pernyataan CAAA yang dirilis hari Senin (06/08/2018), Starry Sky-2 mencapai kecepatan tertinggi Mach 6 - enam kali kecepatan suara, atau 7.344 km per jam.

"Tes itu berhasil sepenuhnya," kata CAAA, yang memposting foto-foto peluncuran uji coba di platform media sosial WeChat, dikutip CNN.

"Proyek pengujian penerbangan Starry Sky-2 sangat inovatif dan sulit secara teknis, menghadapi sejumlah tantangan teknis internasional yang canggih."

Starry Sky-2 diluncurkan ke luar angkasa oleh roket multistage, sebelum memisahkan diri dan memulai penerbangan independennya.

Menurut CAAA itu melakukan beberapa putaran dan gerakan lain selama penerbangannya, dan berhasil mendarat sesudahnya.

CAAA tidak membocorkan di mana pesawat baru atau teknologi itu akan digunakan, selain mengatakan bahwa mereka berharap untuk terus berkontribusi pada industri kedirgantaraan China.

China Klaim Berhasil Uji Pesawat Hipersonik Pertamanya, Berkecepatan 7.344 Km/JamMiliter di seluruh dunia telah berpacu selama bertahun-tahun untuk mengembangkan senjata hipersonik.

Tahun ini, Rusia mengklaim telah berhasil menguji rudal hipersonik pertamanya, dan merilis video pada bulan Juli.

Pada tahun 2015, Angkatan Udara AS mengumumkan tujuan mereka untuk mengembangkan senjata hipersonik pada tahun 2023.

AS sebenarnya telah bereksperimen dengan pesawat hipersonik tak berawak selama bertahun-tahun, dan berhasil menguji Boeing X-51 Waverider antara 2010 hingga 2013. Ini mencapai kecepatan tertinggi di atas Mach 5 sebelum menabrak samudera.

Namun, klaim baru China dapat memberikan tekanan tambahan pada AS, seperti yang diakui Jenderal John Hyten dari Komando Strategis AS awal tahun ini.

"Cina telah menguji kemampuan hipersonik. Rusia telah menguji. Kami juga sudah. Kemampuan hipersonik adalah tantangan yang signifikan," kata Hyten kepada CNN pada bulan Maret.

"Kami akan membutuhkan seperangkat sensor yang berbeda untuk melihat ancaman hipersonik. Musuh kita tahu itu."

Mantan Deputi Menteri Pertahanan Robert Work juga memperingatkan pada Juni bahwa AS berada dalam bahaya jika dilampaui oleh China dalam hal teknologi militer.

Teknologi hipersonik juga dapat digunakan untuk tujuan yang lebih ramah. Boeing, produsen pesawat terbesar di dunia, sedang mengkonsep pesawat penumpang hipersonik yang dapat membawa pelancong dari New York ke London dalam 120 menit.