Kamis, 02 Agustus 2018 09:42 WITA

Ilmuwan Ciptakan Kulit Elektronik yang Bisa Merasakan Sentuhan

Editor: Suriawati
Ilmuwan Ciptakan Kulit Elektronik yang Bisa Merasakan Sentuhan
Universitas Johns Hopkins

RAKYATKU.COM - Tim peneliti di Universitas Johns Hopkins berhasil menciptakan kulit elektronik, yang bisa merasakan sentuhan.

Penelitian ini dipimpin oleh Luke Osborn dan Nitish Thakor, seorang mahasiswa pascasarjana dan profesor di departemen teknik biomedis Johns Hopkins.

Mereka mengembangkan bentuk kulit elektronik, berupa kain dan karet yang dilapisi sensor yang disebut e-dermis.

Penelitian melibatkan Gyorgy Levay sebagai sukarelawan. Ia kehilangan sebagian besar lengan kirinya karena meningitis pada tahun 2010.

Selama penelitian, Levay diminta untuk mengambil beberapa benda kecil bulat dengan menggunakan tangan tiruannya, lalu melakukan hal yang sama dengan benda berujung tajam.

Ketika mengambil benda bulat, dia merasakan berbagai tingkat tekanan fisik. Sementara saat memegang benda runcing, dia merasakan sakit.

Bagi Levay, ia merasa bahwa tangan kiri dan lengannya seolah terlahir kembali.

"Biasanya tangan (tiruan) saya terasa seperti cangkang kosong," katanya. "Ketika stimulasi elektronik ini mulai terjadi, rasanya seperti mengisi sarung tangan dengan air, hampir seolah-olah mengisi dengan kehidupan."

Percobaan tersebut menandai pertama kalinya seorang yang pernah diamputasi dapat merasakan berbagai tekanan fisik jinak melalui alat prostetik.

"Untuk pertama kalinya, prostesis dapat menyediakan berbagai persepsi, dari sentuhan halus hingga sentuhan berbahaya, hingga diamputasi, dan ini membuatnya lebih mirip tangan manusia," kata Thakor, pendiri Infinite Biomedical Technologies, sebuah perusahaan kecil yang berbasis di Baltimore yang memasok perangkat keras buatan untuk penelitian.

Penelitian ini diterbitkan di jurnal Science Robotics bulan lalu.