Rabu, 18 Juli 2018 03:30 WITA

Penelitian Terbaru: Daftar Pekerjaan Terancam Punah karena Kecerdasan Buatan

Editor: Nur Hidayat Said
Penelitian Terbaru: Daftar Pekerjaan Terancam Punah karena Kecerdasan Buatan
Ilustrasi. (Sumber Foto: The Daily Oktagon)

RAKYATKU.COM - Perusahaan konsultan PwC dan OECD melakukan penelitian terkait pekerjaan yang terancam punah dengan makin canggihnya kecerdasan buatan. 

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah organisasi internasional untuk ekonomi dan pembangunan.

Penelitian keduanya dilakukan terpisah, namun sepakat bahwa artificial intellegence (AI) memang mengancam beberapa sektor pekerjaan. Namun, di sisi lain, bisa memberikan jenis-jenis pekerjaan baru yang mungkin belum pernah didengar saat ini. 

"Secara keseluruhan, sekitar 7 juta pekerjaan yang saat ini ada diperkirakan akan tergantikan, tetapi akan ada 7,2 juta pekerjaan baru yang akan diciptakan. Sehingga memberikan tambahan 200 ribu lapangan pekerjaan baru," tulis PwC seperti diberitakan CNN Indonesia.

Beberapa sektor yang akan mendulang keuntungan dari perkembangan kecerdasan buatan dan tidak terlalu terdampak dari teknologi ini adalah sebagai berikut. 

-Kesehatan dan pekerjaan sosial (berkurang 12 persen)
-Pendidikan (berkurang 18 persen)
-Pekerjaan penelitian dan teknis (berkurang 18 persen)
-Informasi dan komunikasi (berkurang 18 persen)
-Akomodasi dan layanan makanan (berkurang 16 persen)

Pada sektor tersebut kehadiran AI tetap memberikan efek mengurangi pekerjaan. Namun jenis pekerjaan baru yang akan muncul dari penggunaan kecerdasan buatan justru lebih tinggi. 

"Hanya 12 persen pekerjaan pada sektor kesehatan yang akan digantikan dengan adanya kecerdasan buatan. Sementara teknologi ini akan menciptakan 34 persen pekerjaan baru," prediksi PwC dalam laporannya seperti dikutip Business Insider. 

Sementara sektor pekerjaan yang akan sangat terpengaruh oleh perkembangan AI ini adalah pekerjaan-pekerjaan repetitif dan administratif yang tak membutuhkan keahlian tinggi, sebagai berikut. 

-Keuangan dan asuransi (berkurang 25 persen pekerjaan)
-Ritel (berkurang 28 persen)
-Konstruksi (berkurang 15 persen)
-Administrasi publik dan pertahanan (berkurang 23 persen)
-Transportasi dan pergudangan (berkurang 38 persen)
-Manufaktur (berkurang 30 persen)

Pada sektor berikut efek kecerdasan buatan sangat berpengaruh tinggi terhadap ketersediaan pekerjaan. Sehingga jumlah pekerjaan yang ada saat ini akan tergerus dengan adanya otomasi dari kecerdasan buatan.